Evolusi Sumber Daya Manusia


Teori Darwin terkenal dengan teori evolusi manusia, ternyata dalam pengelolaan SDM juga terjadi evolusi pendekatan hubungan majikan dan pekerja. Seiring dengan tuntutan jaman dan perubahan maka pendekatan SDM mengalami evolusi sebagai berikut :

1.Pendekatan Budak
Majikan merasa memiliki hak sepenuhnya terhadap pekerja (diibaratkan sebagai budak). Jaman dahulu kala proses memperoleh budak dengan cara dibeli, dengan dibelinya budak maka budak dapat diperlakukan apa saja oleh majikan sehingga hak budak telah diambil alih oleh majikan. Pendekatan budak menuntut budak mengabdikan seluruh kehidupannya untuk kepentingan majikan, kehidupan budak akan terkungkung sampai dengan majikan menjual kepada pihak lain, sudah tidak menginginkannya lagi atau membebaskannya.

2.Pendekatan buruh
Pendekatan buruh masih dapat kita lihat dan kita rasakan dimana Majikan selaku pemberi upah hanya memerlukan buruh jika diperlukan misalnya pada jam tertentu yang diinginkan namun setelah buruh sudah tidak diperlukan lagi maka buruh akan terbebas dari tuntutan pekerjaan. Contohnya adalah tukang, atau buruh pabrik yang bekerja pada jam tertentu maka dituntut oleh majikan untuk bekerja dengan baik namun setelah usai jam kerja maka buruh sudah bebas dari tuntutan majikan.

3.Pendekatan Karyawan
Pendekatan karyawan merupakan hubungan industrial dengan menggunakan pendekatan hukum, dimana karyawan telah diberikan hak-hak seperti tunjangan-tunjangan, cuti, dll. Dalam pendekatan karyawan ini memposisikan karyawan yang memiliki hak dan kewajiban diatur dalam suatu hukum dan hubungan industrial yang lebih baik.

4.Pendekatan personel
Pendekatan personel telah berorientasi pada organisasi dimana pekerja telah dimasukkan dalam organisasi sehingga pekerja dapat mengatur dan menentukan arah dari organisasi. Pekerja telah bertangungjawab dan menentukan maju mundurnya organisasi. Kemudian pertanyaannya dimanakah letak majikan ? (dalam pendekatan personel majikan bertindak sebagai pemegang saham)
Pendekatan personel mengedepankan fungsi generic pekerja dalam organisasi atau pekerja sebagai personel yang menjadi alat (tools) atau bagian dalam organisasi.

5.Pendekatan SDM
Pada pendekatan SDM memposisikan pekerja bukan sebagai fungsi generic dalam organisasi namun lebih lebih tepat diistilahkan sebagai ‘More Than That’ yaitu pekerja sudah lebih dari sekedar fungsi generic. Pekerja sudah merupakan sumber daya akan jauh dapat mengembangkan organisasi
Karena menganggap sebagai fungsi non generic maka SDM dipandang sebagai Human Invesment (manusia sebagai investasi organisasi). Meng-hire atau menghiring seseorang dapat diartikan sebagai investasi organisasi masa depan.

6.Pendekatan Human Capital
Pada pendekatan Human Capital (HC) fungsi majikan sudah tidak ada lagi karena pekerja sudah sebagai professional dan bernilai tinggi, sehingga sebagai seorang yang professional maka tidak akan kesulitan memperoleh lapangan kerja. Contohnya adalah pemain sepakbola international, pemain sepakbola yang memenuhi standar international akan dapat mudah berpindah-pindah klub dengan nilai kontrak dan transfer yang tinggi karena sang pemilik klub mengharapkan mendapatkan keuntungan yang jauh dari pada dinilai kontrak dan nilai transfer.

2 komentar:

  1. hebat. langsung menerapkan ilmu praktis utk praksisme pekerjaan. wuinak tenant. hebring euy.

    kita bikin sekolahan yuk. kita ngajar bareng. piye syeh Samsuri & ustadz Wied

    by elha

    BalasHapus
  2. ayo kang trs ngeblog. Dulu ane di portal mantap bgt. skrg portalnya dah tu2p.

    BalasHapus