STUDI KASUS MANAJEMEN PEMASARAN : CITIBANK DI JEPANG


STUDI KASUS MANAJEMEN PEMASARAN : CITIBANK DI JEPANG
FASILITATOR : IKE JANITA DEWI, SE, MBA, Ph.D

Tugas dibuat oleh : NAMA : WIDI HARTANTA dalam SUSPIMDYA TAHUN 2009 di FEB UGM Yogyakarta


Kasus ini membahas pengalaman Citibank di Jepang. Walaupun diawali dengan situasi yang tidak mendukung keberadaan bank asing, peristiwa makro (krisis ekonomi) di Jepang dan kepandaian Citibank memanfaatkan situasi telah menjadikannya sebagai lembaga keuangan yang sangat terkemuka di Jepang.
  • Kasus ini akan memberikan gambaran tentang peran penting dari manajemen pemasaran stratejik yang jeli membaca situasi lingkungan makro dan tepat merumuskan strategi pemasaran.
  • Membaca dengan seksama studi kasus yang telah diterima.
  • Membuat ringkasan kasus (dipandu oleh pangantar kasus yang telah diberikan)
  • Mengidentifikasi masalah-masalah utama yang ditemukan dalam kasus.
  • Mengajukan alternatif strategi dan mengevaluasi masing-masing strategi.
  • Memberikan rekomendasi.
  • Menarik pelajaran dari kasus yang telah dipelajari untuk konteks pengembangan Perum Pegadaian di Indonesia.
  • Tahun 1986, ketika Citibank pertama membukan cabang di Jepang, bankir mereka bisa menguap saat bertugas karena sedikitnya klien yang datang ke Citibank.
  • Hal ini disebabkan karena sd th 1997, tujuh bank terbesar di Jepang adalah bank asal Jepang sendiri (Citibank ada di peringkat 10).
  • Selain itu, orang Jepang mempunyai sifat “xenophobic “ (takut pada yang berbau-bau asing) sehingga merasa kurang aman bertransaksi dengan bank asing.
  • Tetapi situasi tsb sudah berubah. Setelah Jepang mengalamai resesi dan sektor perbankan mengalami masalah, Citibank mulai dapat menembus pasar keuangan di Jepang.

Tentang Citibank (1)
  • Citibank N.A adalah lembaga keuangan yang lebih internasional dibanding pesaing-pesaingnya.
  • Citibank adalah bagian dari kelompok ini, yang merupakan hasil merger antara Citicorp dan Travelers Group pada 1998.
  • Akan tetapi, Citibank tidak selalu mengalami sukses, misalnya yang terjadi antara tahun 1980-1990-an di mana Citibank terkena dampak karena perubahan sistem pengambilan keputusan yang lebih di-desentralisasi-kan.
Tentang Citibank (2)
Citibank mempunyai jaringan global yang sangat luas, karena didukung oleh beberapa prinsip utama dalam strateginya:
  • Selalu ingin menjadi yang pertama untuk memasuki suatu pasar (first-mover advantage).
  • Pengalaman operasional Citibank , yang membuatnya bisa bertahan di banyak situasi sulit.
  • Mempunyai komitmen terhadap tempat di mana dia beroperasi (“Totally global and totally local”)
  • Selalu unggul dalam penggunaan teknologi dan inovasi produk.
  • Mempunyai program pelatihan terbaik dan mempunyai sistem pengembangan dan monitoring karir yang bagus.
Kebangkitan Citibank di Jepang
  • Masa sulit bagi Citibank (mulai saat berdirinya, yaitu 1902) disebabkan karena regulasi yang ketat, bank-bank Jepang yang kuat, dan citra “tidak aman” yang melekat pada bank-bank asing.
  • Sukses Citibank di 1990-an disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: melemahnya bank-bank Jepang, jatuhnya perusahaan2 sekuritas, dan perubahan besar dalam regulasi keuangan di Jepang.
  • Citibank bisa memanfaatkan situasi ini dengan baik melalui beberapa strategi, yaitu: penyediaan teknologi perbankan (ATM 24 jam), aliansi strategis dengan kantor pos Jepang (untuk membangun citra aman), dan aliansi strategis dengan Nikko Securities (perusahaan broker terbesar ke-3 di Jepang
Analisis Pesaing Citibank di Jepang
  • Pesaing Citibank meliputi bank lokal (Bank of Tokyo-Mitsubishi, Dai-Ichi Kangyo Bank, Sanwa Bank) dan bank asing (ABN Amro, Deutsche Bank, HSBC).
  • Pada waktu itu, tidak ada bank asing (kecuali Citibank) yang mempunyai operasi retail banking.
  • Jadi, Citibank mempunyai keunggulan kompetitif yang meliputi: Brand yang kuat, operasi global, inovasi, staf lokal yang berkualitas, dan produk dan jasa yang beragam dan berkualitas.


Strategi Pemasaran Citibank di Jepang (1)
  • Pasar Jepang menjadi semakin kecil (karena pemain yang lebih banyak), tetapi pemain-pemain utama mempunyai pangsa pasar yang lebih besar.
  • Perusahaan harus bekerja lebih keras untuk mempunyai Point-of-Difference (POD) dalam sebuah pasar yang mapan dengan marjin tipis.
  • Karena bank tidak boleh berkompetisi dalam hal suku bunga (karena sudah ditentukan oleh pemerintah), wilayah di mana bank dapat bersaing adalah dalam hal inovasi jenis jasa dan produk.
  • Citibank sukses dalam menawarkan POD melalui strategi produk yang diberi nama “One-stop shop’’ atau supermarket jasa keuangan dalam setting global dan pengembangan jasa yang unik dan inovasi-inovasi baru.

Product
Di bawah payung besar Citigroup, Citibank berencana untuk menyediakan beberapa jasa keuangan. “One-stop shop’’ akan melayani ritel, korporat, investasi, asuransi,, project financing, transaksi mata uang asing, dlll. group.

Price
Tidak ada perbedaan dalam ‘harga’ yang ditawarkan Citibank dibanding bank lainnya. Oleh karena itu, Citibank berusaha memaksimalkan nilai tambah kepada kliennya dengan menyediakan jasa yang lebih unik dan kreatif, dan sekaligus meminalkan biaya yang harus ditanggung konsumen melalui jasa telephone banking, Internet banking, dan direct mail.

Promotion
Citibank, dalam usaha untuk membangun brand equity dan menjadi “Coca-Cola of finance’’ mengambil strategi seperti co-branding, cross marketing, dan “Citibanking’’. Kartu Sony Citibank yang diluncurkan di AS berusaha mengasosiasikan Citibank dengan nama besar dunia. Di masa lalu, Citibank menyediakan jasa keuangan untuk mantan presiden AS, George Bush, untuk mempromosikan citra globalnya. Walaupun pernah dianggap diskriminatif, Citibank selalu menyediakan pelayanan kreatif dan superior untuk para konsumen besar. Pasca deregulasi, Citibank semakin aktif memasarkan diri melalui iklan surat kabar untuk menarget konsumen-konsumen besar.

Place
Citibank selalu aktif mencari saluran distribusi, seperti cabang baru, internet banking, ATM, dan telephone banking. Melalui telebanking and Internet banking, Citibank bisa mencapai rumah-rumah di Jepang. Walaupun aktif mendirikan cabang, hal ini bukan prioritas utama Citibank, karena biaya operasionalnya yang tinggi.


1. Apakah Citibank di Jepang dapat mempertahankan tingkat pertumbuhan dan popularitas-nya? Kondisi bank-bank Jepang mungkin sedang menurun, tetapi mereka, seperti halnya perusahaan-perusahaan manufaktur Jepang yang telah berhasil menaklukan manufaktur Barat, akan menjadi pesaing yang sangat kuat.
Lingkungan Pemasaran Stratejik

Analisis Lingkungan Makro, yang meliputi Analisis Politik, Ekonomi, dan Budaya.
Pada saat Citibank memasuki pangsa pasar di Jepang pada situasi harga saham / efek yang menurun sehingga hal ini dimanfaatkan sebagai peluang kebangkitan Citibank memasuki pangsa pasar di Jepang, Citibank pertumbuhan menyembur disaat terjadi krisis keuangan di Jepang, Mulai dari tahun 1995 perdagangan obligasi yang memimpin Federal Reserve untuk mengusir Daiwa Bank dari Amerika Serikat ke tiga runtuhnya pada tahun 1998 dari Efek Sanyo, Yamaichi Efek, dan Hokkaido Takushoku Bank.
Budaya yang semula anti asing menjadi berubah, paradigma bagi masyarakat Jepang. Resesi ekonomi di Jepang dan bank-bank domestik terbebani kredit macet sekitar $ 1 triliun, Citibank membuat beberapa terobosan serius ke pasar Jepang.

Analisis Konsumen
Dari permasalahan keuangan di jepang, menyebabkan tingkat kepercayaan konsumen terhadap bank-bank Jepang mulai terkikis dan konsumen yang mempersepsikan citra aman terhadap bank-bank ini nasional Jepang menjadi berubah karena adanya kredit macet. Konsumen kemudian berubah paradigma dan mencari alternative tempat menyimpan uang yang aman. Pada saat yang sama, Citibank menawarkan layanan yang inovatif yaitu memberikan alternative produk yang menguntungkan bagi konsumen. Contoh layanan yang inovatif adalah multicurrency account. Ketika nilai dolar jatuh di bawah 100 yen dalam tahun 1995, banyak konsumen mengerti bahwa jepang skr mereka sedang rency ¬ harga ke dalam stratosfir dari yang akhirnya akan turun, dan Citibank menawarkan cara yang paling nyaman bagi para penabung waktu kecil untuk memutar pasar uang. The multicurrency account itu merupakan daya tarik bagi para pelanggan, karena mereka bisa memindahkan uang ke dolar dan dapatkan suku bunga yang lebih tinggi tetapi jika menginginkan uang di kurs kembali ke yen dengan cukup menggunakan layanan tele-banking setiap saat baik siang ataupun malam. Dari produk ini Citibank mencatat panggilan dari 315.000 calon pelanggan dan saat ini; pada hari berikutnya, orang-orang dikerumuni sembilan belas bank cabang di pertarungan untuk membeli dolar yang tiba-tiba murah. Melihat keberhasilan ini, Citibank telah mengembangkan rencana ambisius untuk Jepang. It berharap untuk mencapai 35 juta rekening pada tahun 2010

Analisis Pesaing
Pesaing Citibank meliputi bank lokal (Bank of Tokyo-Mitsubishi, Dai-Ichi Kangyo Bank, Sanwa Bank) dan bank asing (ABN Amro, Deutsche Bank, HSBC). Pada waktu itu, tidak ada bank asing (kecuali Citibank) yang mempunyai operasi retail banking. Jadi, Citibank mempunyai keunggulan kompetitif yang meliputi: Brand yang kuat, operasi global, inovasi, staf lokal yang berkualitas, dan produk dan jasa yang beragam dan berkualitas. Semakin banyak pesaing maka perebutan pangsa pasar perbankan menjadi semakin sulit dan semakin sempit, untuk itu maka Citibank harus menciptakan POD (Point of Differensiasi) yaitu menciptakan nilai tambah kepada konsumen dan keuntungan yang diperoleh oleh konsumen tidak disediakan oleh pesaing.
Strategi Segmentasi, Targeting, dan Positioning.
Inovatif bank dengan menawarkan layanan seperti dua puluh-empat ATM dan telebanking. Layanan ini diambil untuk diberikan di Amerika Serikat tetapi hal yang baru di Jepang. Hal ini juga menjadi populer di antara para pelanggan dan mendapatkan publisitas gratis yang luar biasa dengan menelan biaya beberapa bank-bank lain biaya ketika pelanggan mengakses rekening Citibank di bank saingan 'ATM. Dengan melakukan ini, Citibank telah, pada dasarnya, menambahkan ribuan ATM dengan menggunakan para pesaingnya 'infrastruktur
Citibank menggunakan mantan presiden Amerika Serikat, George Bush, untuk mempromosikan citra globalnya. Walaupun dikritik sebagai diskriminatif, Citibank telah secara efisien dan menguntungkan menggunakan pendekatan yang tidak biasa terhadap para pelanggan kaya. Citibank dalam pendekatan kepada pelanggan kaya itu sangat kreatif dan unik. Pada April 1998, Jepang mulai menderegulasi dengan bank. Koichiro Kitade, Citibank kepala divisi bank swasta di Tokyo, tahu sudah waktunya untuk mencoba pendekatan pemasaran baru untuk memperluas pangsa pasar melalui advertising di koran, Citibank mampu mengaet orang kaya kaya mau menempatkan dananya sekitar US $ 750.000.

Perencanaan Pemasaran (Marketing Plan)

Produk
Pada saat perusahaan efek / saham dalam kondisi terpuruk dan bank-bank local mengalami kredit macet karena Citibank menawarkan produk yang flexible, mudah diakses, dan seolah menawarkan seluruh kebutuhan dari pelanggan tersedia semuanya dengan konsep one stop shoping atau supermarket jasa keuangan.

Harga
Bahwa kebijakan harga di Jepang telah diatur yaitu tidak ada bedanya dengan bank-bank lain. Oleh karena itu, Citibank mencoba maksimalkan nilai tambah (added value) kepada para pelanggannya dengan menyediakan produk inovatif dan pelayanan kreatif, dengan cara, meminimalkan biaya dan pengeluaran pelanggan dengan tele-banking, internet banking, dan direct mail untuk membuka rekening. Dengan peran teknologi hal itu akan membuat lebih efisian dan mempermudah proses untuk menggunakan produk Citibank.

Promosi
Citibank, berupaya membangun ekuitas merek yang kuat, dan dalam mengejar untuk menjadi super market keuangan menggunakan strategi''seperti co-branding, integrated pemasaran, dan" Citibanking''yaitu meluncurkan Sony Citibank Card serta menciptakan dengan nama-nama top di dunia.

Tempat
Citibank terus-menerus dan secara aktif memperluas semua jenis saluran distribusi, seperti cabang-cabang baru, internet banking, biaya rendah jaringan ATM nasional, dan tele-banking. Dengan layanan seperti telebanking dan Internet banking, Citibank berdampak pada perluasan saluran distribusi kepada pelanggan hingga ke rumah-rumah. Citibank menambahkan lebih banyak cabang-cabang melalui jaringan cabang pesaingnya, bukan merupakan bagian dari strategi. "Menjamurnya cabang-cabang yang membuat bank-bank Jepang tersebut berhasil akan menjadi hal yang membunuh subishi ($ 691 miliar aset) dari posisi pertama untuk menjadi perusahaan keuangan terbesar ($ 698 milyar pada sebagai ¬ set) di dunia. Kelompok memperoleh pendapatan bersih $ 5,8 milyar pada tahun 1998

2. Diskusikan strategi-strategi ekspansi pasar yang telah diambil oleh Citibank. Apakah strategi-strategi tersebut akan bisa mewujudkan bank dengan “One-stop shop’’?
Karakteristik Pemasaran Jasa.

Citibank merapkan pola menjalin dan mengembangkan ikatan yang kuat dengan masyarakat setempat dan dengan bank sentral setempat. Mempekerjakan staf lokal 95 persen dari pekerjaan Citibank di luar Amerika Serikat pada tahun 1997. (hal ini Citibank menggunakan internal branding sebagai kekuatan untuk mendekati lingkungan setempat. Peranan Teknologi Informasi yang sudah ditransfer dan staf lokal yang dilatih.
Citibank pada saat kondisi sulit membolehkan para pemasarnya keluar Kantor untuk memasarkan secara personal selling, hal ini lebih kepada startegi untuk mendekatkan para pemasar yang sudah terlatih untuk mengetahui keinginan dari konsumen dan membuat interaksi kepada konsumen, sebab tanpa adanya interaksi antara pemasar dengan konsumen dapat dipastikan konsumen tidak akan loyal dalam menggunakan produk yang ditawarkan. Strategi pendekatan pasar dengan pola personal selling sangat efektif untuk produk yang baru diluncurkan. Pola ini juga mengedepankan saluran pemasaran melalui WOM (word of mouth) yaitu konsumen yang sudah loyal akan memberitahukan dan merekomendasikan produk kepada orang lain, dan hal ini merupakan pemasaran gratis karena citra perusahaan dibangun dari konsumen yang setia tanpa diberikan kompensasi.

Pada saat ekonomi Jepang tidak baik dan tingkat kepercayaan masyarakat pada perbankan nasional menurun maka Citibank menawarkan produk yang mudah diakses oleh konsumen seperti adanya kemudahan ATM yang beroperasi 24 jam, kemudian adanya tabungan dengan dalam bentuk dollar yang sewaktu-waktu dapat dicairkan dalam bentuk yen. Akses yang mudah melalui tele banking, internet banking semakin memperkuat image bahwa

Lingkungan Pemasaran Jasa Keuangan.
Citibank adalah berpikir tentang masuk ke dalam aliansi dengan Asahi Bank dan Tokai Bank. Aliansi ini akan membantu Citibank untuk memiliki akses yang lebih baik untuk tabungan besar dari Jepang, dan potensi dari strategic alliance tersebut berpotensi mampu menghimpun dana sekitar $ 9 triliun.
Penggunaan pola strategic alliance merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan citra Citibank di Jepang, dengan merangkul pihak-pihak local maka secara publisitas nama Citibank akan terangkat dan merubah paradigma yang lama menjadi tidak pobi lagi terhadap bank asing. Dengan kepercayaan dari konsumen yang semakin meningkat hal ini menjadi peluang bagi Citibank untuk lebih mengembangkan mempermudah memperoleh pangsa pasar yang lebih luas dengan menawarkan produk yang inovatif.




PERTANYAAN YANG BERKAITAN DENGAN PEGADAIAN

1. Bagaimanakah analisis kita atas lingkungan makro PT. Pegadaian?
2. Bagaimanakah lingkungan makro tersebut akan mempengaruhi pengambilan strategi pemasaran?
3. Bagaimanakah kita menggambarkan profil konsumen sasaran PT. Pegadaian?
4. Bagaimanakah kita menggambarkan profil persaingan yang dihadapi oleh PT. Pegadaian?
5. Apakah strategi-strategi pemasaran yang telah diambil?

JAWAB :
1. Analisis Makro dari Pegadaian :
Lingkungan makro Pegadaian meliputi factor-faktor :
• Demografi
Secara Demografi konsumen atau nasabah dari Perum Pegadaian diperuntukkan dari kalangan menengah ke bawah, meskipun tidak menutup kemungkinan untuk kalangan atas namun saat ini lingkungan demografi yang menjadi target konsumen Pegadaian adalah masyarakat menengah ke bawah, Berdasarkan Pakar Ekonomi yaitu Prahalac, menyatakan 40% perekonomian di dunia adalah masyarakat ekonomi kecil dan mikro, hal ini mengisyaratkan bawah perekonomian terbesar adalah pada level menengah ke bawah. Hal ini menunjukkan bahwa betapa besarnya peluang untuk meraih pangsa pasar kelas menengah ke bawah.
• Ekonomi
Dengan akan disahkannya undang-undang pergadaian oleh pemerintah, hal ini merupakan ancaman jika pihak luar akan menjalankan bisnis gadai. Untuk itu Pegadaian harus menciptakan POD (point of different) agar Pegadain tidak mudah ditiru oleh pihak asing atau menciptakan sesuatu yang berbeda dari pesaing.
• Sosio-Kultural
Bahwa Pegadaian saat ini masih dipandang sebagaian orang dengan rasa malu untuk menggadaiakan barangnya, terutama pada kultur budaya Jawa yang dengan sikap ewuh pekewuh ini menjadikan hambatan masyarakat tidak mau menggunakan jasa Pegadaian. Hal ini merupakan tantangan bagai Pegadaian untuk merubah citra yang semula merupakan tempat yang dianggap malu untuk mengambil kredit harus dirubah menjadi lembaga yang dinamik dan menjadi patner
• Alam
Bahwa kondisi alam yang terjadi di beberapa tempat adanya gempa dan tsunami menjadikan kondisi dibeberapa tempat harus diwaspadai agar barang jaminan yang diagunkan di Pegadaian tetap aman.
• Teknologi
Peran teknologi informasi mengharuskan Pegadaian harus segera on line, mengingat tuntutan nasabah yang semakin komplek harus diantisipasi oleh perbaikan layanan yang salah satunya adalah dengan penyempurnaan di bidang teknologi informasi.
• Politik-hukum
Untuk lingkungan Politik dan hukum sedikit banyak akan mempengaruhi perekonomian secara nasional, sehingga keadaan ekonomi dari pengaruh politik dan hukum tadi akan mempengaruhi kebijakan pemerintah. Meskipun dampaknya secara tidak langsung hal ini juga perlu dicermati

2.Lingkungan makro tersebut akan mempengaruhi pengambilan strategi pemasaran

Keputusan strategi pemasaran harus berdasarkan interaksi elemen Strategic Triangle (3 C’s) dan faktor lingkungan. Adapun keputusan strategi pemasaran, yaitu:

1. Where to compete, keputusan dalam memilih pasar sasaran tepat bagi Pegadaian, kemudian mencari konsumen yang seperti apa yang membutuhkan jasa Pegadaian dan dimana Pegadaian akan beroperasi;
2. How to compete, keputusan bagaimana perusahaan merespon persaingan, memilih aktivitas pemasaran yang tepat pada pasar sasaran dan berbeda dari pesaingnya;
3. When to compete, keputusan kapan waktu yang tepat dalam merespon persaingan. Keputusan pemilihan waktu ditentukan berdasarkan:

  • Market knowledge. Pengetahuan mengenai kapan kondisi pasar yang paling menguntungkan, Pegadaian telah membidik pasar kecil dan mikro, untuk itu maka Pegadaian harus mengetahui karekteristik kebutuhan dan keinginan dalam segmen pasar mikro dan kecil;
  • Competition. Keputusan berdasarkan posisi perusahaan dalam persaingan, Pegadaian saat ini sebagai pemimpin pasar dalam gadai dan jumlah pesaing potensial akan bermunculan saat undang-undang gadai di luncurkan;
  • Company readiness, Kesiapan perusahaan dalam menghadapi persaingan, berdasarkan informasi internal yaitu kelemahan dan kekuatan perusahaan

3. Bagaimanakah kita menggambarkan profil konsumen sasaran PT. Pegadaian
Bahwa profil konsumen di Pegadaian yang terbesar adalah pada jasa gadai (KCA) kredit cepat aman dengan pinjaman rata-rata antara Rp 150.000 s.d. 20.000.000,- sedangkan untuk usaha lain juga merepresentasikan konsumen untuk masyarakat menengah ke bawah. Kelompok masyarakat menegah kebawah ini masih merupakan konsumen Pegadaian, mengingat sejarah misi Pegadaian yang lama yaitu membantu masyarakat kecil agar sejahtera
Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen Pegadaian untuk memakai Produk Pegadaian adalah :
  • Konsumen Pegadaian menganggap Pegadaian merupakan tempat yang aman untuk menjaminkan barang dan memperoleh kredit.
  • Pelayanan yang dilakukan oleh Pegadaian cukup cepat yaitu dengan motto pelayanan 15 menit. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen Pegadaian ingin pelayanan yang cepat
  • Kemudian konsumen menghendaki proses pengambilan kredit secara mudah dan tidak berbelit-belit.
  • Segmen kalangan terbanyak adalah ibu-ibu rumah tangga
  • Kegiatan usaha konsumen rata-rata adalah pedagang

Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pelanggan Pegadaian adalah:
  • Jaringan Pegadaian (kantor cabang) tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan ada dimana-mana, Produk gadai masih menjadi produk yang paling besar dalam kontribusi usaha Pegadaian.
  • Bunga Pegadaian masih cukup murah sehingga Pelanggan Pegadaian masih dianggap murah.
  • Kebanyakan konsumen yang mengambil produk jasa gadai dengan pinjaman antara Rp 500.000,- s.d. Rp 20 juta. Hal tersebut merepresentasikan kelompok masyarakat menengah ke bawah.


4. Menggambarkan profil persaingan yang dihadapi oleh PT. Pegadaian
Bahwa pesaing yang dihadapi oleh Pegadaian adalah :
  • Perbankan yang menjalankan bisnis gadai melalui system syariah (danamon syariah, Mega Syariah, Bank Jabar Banten syariah, Bank BTPN, BNI Syariah, BRI Syariah, dll)
  • Lembaga pembiayaan (finance) atau lembaga pembiayaan sector kendaraan bermotor, elektronik dan lain-lain
  • Bank Perkreditan Rakyat,
  • Baitul Mall Watamil (BMT),
  • Koperasi simpan pinjam
  • Lembaga kredit pedesaan.
  • Toko Emas yang melaksanakan jasa gadai emas

Berbagai cara pesaing-pesaing Pegadaian menjalankan usahanya karena bisnis gadai diperkirakan memiliki resiko yang kecil karena barang jaminan yang bernilai seperti emas dapat dicairkan dengan cepat. Namun hal ini perlu diwaspadai mengingat pesaing yang ada saat ini berani mengeluarkan kredit tanpa agunan, dengan proses yang lebih cepat dan bunga yang murah. Pegadaian harus menciptakan produk yang mudah dan murah namun tetap mengedepankan aspek resiko yang dihadapi. Mengingat ketatnya persaingan untuk memperebutkan pada pangsa pasar menengah kebawah ini maka Pegadain harus menggunakan differesiasi dan mengedepankan customers added value atau pertambahan nilai yang diperoleh oleh pelanggan. Selain itu Pegadaian harus menerapkan strategic alliance kepada perbankan yang memiliki modal murah untuk diputar dalam bisnis Pegadaian. Rekayasa financial atau financial engginering akan menghasilkan produk yang bervariatif dan inovatif dalam merebut pangsa pasar menengah ke bawah sehingga nasabah tidak beralih ke pesaing

5. Apakah strategi-strategi pemasaran yang telah diambil Pegadaian
  • Pegadaian merubah visi yaitu pertama mengutamakan bisnis utama gadai diganti menjadi menjadi champion dalam usaha gadai dan fiducia. Hal ini tentunya berdampak pada segmen pangsa pasar yang dilebih besar lagiyaitu dengan menciptakan berbagai macam produk sehingga konsumen dapat memilih kesesuaian antara kebutuhan dengan produk di Pegadaian. Seperti Kreasi (kredit angsuran system fiducia), Krasida (Kredit angsuran system gadai), Krista (kredit usaha rumah tangga), Kucica (Kiriman uang cara instan cepat dan aman), Arrum (kreasi dengan system syariah), MULIA (murabahah logam mulia investasi abadi), Jasa titipan, Jasa taksiran, Kresna (kredit serba guna), jasa sewa gedung, balai lelang,
  • Pemasaran yang telah dilakukan melalui iklan dengan menyewa endoserment Dude Herlino dan Krisdayanti. Hal tersebut dimaksudkan untuk merubah mindset Konsumen bahwa Pegadaian semakin dinamis untuk kalangan eksekutif muda serta untuk mendongkrak peningkatan citra. Dengan penggunaan endorsement ini Pegadaian selain mengincar segmen menengah ke bawah juga ingin mendekatkan diri pada kalangan yang atas (flexible)
  • Strategi yang digunakan juga dengan melakukan penetrasi pasar yaitu membuka unit pelayanan cabang (UPC) di pasar-pasar dan central-central keramaian. Hal ini dimaksudkan untuk mendekatkan pada konsumen dan untuk kota yang cenderung metropolis sangat memudahkan nasabah dalam mengakses ke Pegadaian, karena tingkat kemacetan di kota hal ini menjadi pertimbangan untuk lebih dekat ke pusat-pusat keramaian.
  • Untuk personal selling Perum Pegadaian terus melakukan sosialisasi produk baru atau produk usaha lain ke para pegawai agar menjadi internal branding sehingga mampu menjelaskan produk yang dimiliki oleh Pegadaian. Untuk penguatan internal branding tersebut, Pegadaian juga menerapkan standar nilai budaya perusaan Intan (Inovatif, Nilai moral tinggi, Terampil, Adi layanan dan Nuansa citra).
  • Mengingat dalam bisnis gadai, Pegadaian masih menjadi pemimpin di kelasnya sehingga banyak lembaga kredit yang ingin menirunya (dimana ada Pegadaian pesaing berusaha untuk mendirikan usaha di dekatnya) untuk itu Pegadaian mengedepankan jargon ‘mengatasi masalah tanpa masalah’ serta mengedepankan pengalaman / memiliki tenaga yang terampil dalam usaha gadai hal ini agar lebih dipercaya oleh konsumen dan menimbulkan benak konsumen kalo punya barang bernilai ingin kredit Pegadaian agar menjadi pilihan prioritas utama.

Segmentasi Pasar dengan responden 50 Mahasiswa di Jogja, analisis melalui program SPSS

Jawaban Tugas Segmentasi Pasar, disurvey dari responden yang bersifat homogen yaitu mahasiswa UGM Yogyakarta sejumlah 50 orang, untuk menentukan berada pada segmen mana. Hal ini penting sebagai dasar penentuan strategi membidik pasar mahasiswa, meskipun tidak mewakili sebagai dasar ukuran secara umum tapi hal ini sebagai pencerahan bagi lembaga jasa keuangan kredit untuk mengetahui kemauan dari responden ini. Lebih kurangnya mohon maaf jika ada analisa yang tidak sesuai, karena ini didedikasikan untuk akademisi dan freedom academic..

NAMA : WIDI HARTANTA
NO URUT : 29
SUSPIMDYA PERUM PEGADAIAN TAHUN 2009
TUGAS DARI : DR. SAHID NUGROHO, M.Sc.


ANALISA I
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Q9 50 3,00 5,00 4,4400 ,61146
Q6 50 3,00 5,00 4,3000 ,78895
Q11 50 3,00 5,00 4,2400 ,62466
Q2 50 3,00 5,00 4,2400 ,55549
Q10 50 2,00 5,00 4,1400 ,63920
Q8 50 2,00 5,00 4,1000 ,67763
Q7 50 2,00 5,00 4,0400 ,69869
Q12 50 2,00 5,00 3,9200 ,80407
Q15 49 2,00 5,00 3,9184 ,81232
Q1 50 1,00 5,00 3,9000 ,73540
Q14 50 1,00 5,00 3,8600 ,88086
Q13 50 1,00 5,00 3,6000 ,98974
Q3 50 2,00 5,00 3,4600 ,95212
Q4 50 1,00 5,00 3,4200 1,07076
Q20 50 1,00 5,00 3,4000 ,90351
Q5 50 1,00 5,00 3,2000 1,01015
Q17 50 1,00 5,00 3,1000 ,86307
Q19 50 1,00 4,00 2,9000 ,88641
Q18 50 1,00 4,00 2,6600 ,91718
Q16 50 1,00 5,00 2,5200 1,07362
Valid N (listwise) 49

Dari analisa Diskriptive statistic (melihat pola tendensi ) dari sampel yang ada menunjukkan hal-hal sebagai berikut :
- Prioritas dari sampling tersebut menunjukkan bahwa hal penting yang menjadikan konsumen dalam menggunakan jasa keuangan secara berurutan yaitu :
Q9 : Keamanan agunan kredit
Q6 : Besarnya tingkat bunga kredit
Q11 : Besar angsuran kredit
Q2 : saran dan masukan dari orang lain
Q10 : Jangka waktu Kredit
Q8 : Persaratan barang agunan kredit
Q7 : Sistem perhitungan bunga kredit : flat atau menurun
Q12 : lama proses administrasi kredit
Q15 : keramahan petugas kredit
Q1 : informasi yang disajikan di iklan
Q14 : kemampuan petugas kredit memberikan konsultasi
Q13 : kemampuan petugas kredit memberika informasi
Q3 : Informasi peringkat lembaga
Q4 : Nama Perusahaan
Q20 : Fasilitas ruang tunggu
Q5 : Negara asal perusahaan
Q17 : kualitas gedung outlet
Q19 : fasilitas parker gedung
Q18 : jarak outlet dari rumah
Q16 : penampilan fisik petugas kredit

Keamanan agunan kredit menjadi prioritas utama, hal ini menurut saya sangat wajar karena calon konsumen tidak mau agunan yang dipakai sebagai jaminan tersebut tidak aman, sehingga kemungkinan besar konsumen akan memilih lembaga yang menawarkan tingkat keamanan tinggi karena hal ini merupakan hal utama maka lembaga perkreditan tersebut harus dapat menyajikan system dan prosedur yang membuat konsumen yakin bahwa agunanya tidak akan disalahgunakan dan pasti aman.
Secara garis besar pada urutan berikutnya adalah tingkat bunga kredit , besarnya angsuran kredit, jangka waktu kredit hal ini menunjukkan sifat rasionalitas dari responden, responden cenderung sensitive dan mempertimbangkan factor-faktor system dari produk jasa kredit keuangan yaitu terhadap bunga kredit, besarnya angsuran atau cicilan dan jangka waktu kredit, persaratan barang agunan kredit, sistem perhitungan bunga kredit : flat atau menurun dan lama proses administrasi kredit. Pada posisi ini juga mencerminkan efektifitas jasa kredit keuangan dikenal dan digunakan yaitu melalui saran dan masukan dari orang lain. Rupanya rekomendasi dari orang yang telah menggunakan jasa kredit keuangan sangat mempengaruhi keputusan dari responden untuk menggunakan jasa kredit tersebut.
Prioritas pilihan berikutnya yaitu responden yang menginginkan tampilan dalam layanan atau kualitas dari pelayanan, citra jasa kredit keuangan, bagaimana cara melayani yang terlihat nyata dan menjadi pilihan bagi responden saat memilih lembaga kredit keuangan yaitu : keramahan petugas kredit, informasi yang disajikan di iklan (keefektifan iklan dalam memberikan informasi), kemampuan petugas kredit memberikan konsultasi, kemampuan petugas kredit memberikan informasi (kejelasan petugas dalam menyampaikan produk), Informasi peringkat lembaga, nama perusahaan dan negara asal perusahaan (mencerminkan popularitas dari lembaga jasa kredit keuangan),
Sedangkan penampilan fisik seperti fasilitas ruang tunggu, kualitas gedung outlet, dan fasilitas parkir gedung menjadi pertimbangan dalam memilih lembaga kredit keuangan
Sedangkan pada posisi terakhir bahwa responden tidak mempermasalahkan jarak outlet dari rumah dan penampilan fisik petugas kredit bukan menjadi hal utama dalam membidik segmen responden ini.
Bagi saya, hal ini menunjukkan agar Perum Pegadaian harus melakukan pendekatan dan mengedepankan aspek keamanan dalam memberikan kredit. Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini dengan agunan yang semakin besar para pelaku niat kejahatan selalu mengincar Perum Pegadaian sebagai sasaran perampokan, hal ini harus diimbangi dengan perbaikan sarana keamanan (petugas keamanan, CCTV, Alarm, dll) disisi yang lain Pegadaian harus meyakinkan bahwa apabila menggunakan jasa kredit dari Pegadaian, agunan dijamin aman. Berikutnya baru memperbaiki harga atau bunga kredit, system angsuran agar menarik pengguna jasa kredit.

ANALISA II
Rotated Component Matrix(a)

Component
1 2 3 4 5 6
Q7 ,808
Q6 ,769
Q10 ,732
Q11 ,668
Q8 ,659
Q12 ,576
Q9
Q13 ,849
Q14 ,825
Q15 ,662
Q16 ,648
Q19 ,771
Q17 ,750
Q18 ,746
Q3 ,544
Q20 ,535
Q5 ,840
Q4 ,827
Q2 ,897
Q1 ,853
Extraction Method: Principal Component Analysis.
Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization.
a Rotation converged in 7 iterations.

Pengelompokan / Segmentasi

Dari segmentasi menunjukkan terdapat enam kelompok atau segementasi atau enam kelompok yang memiliki karakteristik kemauan, kepentingan dan tuntutan terhadap lembaga kredit yang berbeda :
Segmen I (segmen rasional): terdapat 7 ciri kesamaan dalam system yang djalankan oleh lembaga keuangan kredit yaitu Q7 : Sistem perhitungan bunga kredit : flat atau menurun, Q6 : Besarnya tingkat bunga kredit, Q10 : Jangka waktu Kredit, Q8 : Persaratan barang agunan kredit, , Q11 : Besar angsuran kredit, Q12 : lama proses administrasi kredit
Dalam segmen seperti ini konsumen memperhitungkan kemampuan dalam mengambil kredit sehingga konsumen akan menyesuaikan serta akan memilih lembaga yang sekiranya memiliki unsur yang menyajikan bunga murah, cara perhitungan tidak merugikan konsumen, besarnya angsuran apakah tiap mingguan, bulanan atau tiga bulanan, kemudian lamanya proses pemberian kredit, kemungkinan semakin cepat proses akan semakin menjadikan keunggulan bagi lembaga kredit tersebut.

Segmen II (mengutamakan service/ layanan personil)
Yaitu konsumen yang ingin memperoleh kredit membutuhkan pelayanan yang baik, dihargai dengan cara yang baik sehingga lembaga keuangan kredit harus mampu menyajikan sesuatu yang berkesan baik terhadap konsumen. Kelompok ini mengutamakan Q13 : kemampuan petugas kredit memberika informasi Q14 : kemampuan petugas kredit memberikan konsultasi, Q15 : keramahan petugas kredit, Q16 : fasilitas ruang tunggu.
Dari sini seharusnya lembaga kredit harus menyajikan pelayanan prima, yang berbasis pada service excellent. Hal ini dimungkinkan juga konsumen yang memiliki tingkat kebutuhan pengakuan social yang lebih tinggi, barangkali masalah tingkat bunga dan jangka waktu tidak menjadi masalah karena mungkin konsumen akan mampu membayarnya.

Segmen III (Fasilitas Pelayanan)
Pada segmen ini konsumen telah memperhatikan representasi dari sebuah lembaga dengan tampilan yang baik dan representasi akan menjadi pilihan pada segmen ini, jarak dari outlet ke rumah menjadi pertimbangan dalam pemilihan lembaga kredit, kelompok ini yang mementingkan factor Q19 : fasilitas parker gedung, Q17 : kualitas gedung outlet, Q18 : jarak outlet dari rumah, Q3: Informasi peringkat lembaga, Q20 : Fasilitas ruang tunggu.

Segmen IV (Mementingkan Merk)
Ternyata brand atau merk dari suatu lembaga menjadi penting bagi segmen ini, bonafit atau tidaknya dari lembaga kredit menjadi pertimbangan mendasar, untuk memilih dari lembaga yang bonafit tentunya lembaga tersebut harus memiliki citra yang baik dimasyarakat, kemudian lembaga tersebut sering mendapat pengakuan dan penghargaan dari lembaga survey. Q4 : Nama Perusahaan, Q5 : Negara asal perusahaan

Segmen V (Saran dari orang lain)
Pada segmen ini calon konsumen sangat mempertimbangkan rekomendasi dari teman atau family yang telah memiliki pengalaman sebelumnya sehingga konsumen terpengaruh untuk memutuskan memilih suatu lembaga keuangan. Q2 : saran dan masukan dari orang lain

Segmen VI (Iklan)
Iklan dari suatu lembaga keuangan ternyata menjadi pertimbangan bagi segmen ini untuk memilih suatu lembaga kredit, barangkali semakin intensif dari iklan suatu lembaga akan besar mempengaruhi segmen ini untuk dipilih. Q1 : Informasi yang disajikan di Iklan.






ANALISA III

Pada grafik diatas menunjukkan bahwa apabila menggunakan jasa kredit keuangan untuk pinjaman sebesar Rp 50 juta kebawah responden lebih memilih lembaga kredit dengan prioritas berturut-turut : Bank Syariah (paling banyak dipilih responden), kemudian Bank Perkreditan Rakyat, Bank Umum Nasional Pemerintah menduduki hampir sama dengan bank umum nasional swasta dan koperasi simpan pinjam. Produk Syariah merupakan pilihan tertinggi dibandingkan dengan yang lain hal ini menunjukkan kepercayaan terhadap bank syariah cukup significant. Bagi Perum Pegadaian hal ini dapat dijadikan peluang untuk mengembangkan Pegadaian syariah. Sedangkan Perum Pegadaian tidak ada yang memilih hal ini menunjukkan bahwa Pegadaian tidak menjadi alternative atau pertimbangan dalam penggunaan jasa kredit keuangan. Hal ini terjadi dimungkinkan karena responden ini adalah homogen yaitu kalangan mahasiswa yang mengidentikkan kecenderungan masih muda, rasional dan belum terkontaminasi dengan pemakaian jasa kredit, namun sudah memiliki bayangan jika suatu saat setelah lulus dan melakukan kegiatan usaha / bekerja akan menggunakan jasa kredit. Sealin itu bahwa Perum Pegadaian tidak popular di kalangan mahasiswa. Nah dari hasil penelitian atas survey tersebut saya lebih nyikapi seharusnya hal ini menjadikan tantangan bagi Perum Pegadaian untuk dapat lebih dekat dan memperkenalkan Perum Pegadaian sebagai lembaga jasa keuangan kredit kepada kalangan mahasiswa, barangkali selama ini Perum Pegadaian kurang serius dalam menggarap pangsa pasar mahasiswa (yang mewakili responden tersebut). Sebagai lembaga kredit yang membidik masyarakat menengah kebawah seharusnya Pegadaian concern dalam pangsa pasar ini namun ternyata hasilnya belum menyentuh kalangan mahasiswa sebagai potensi pasar. Karena hal ini dianggap sebagai tantangan yang harusnya menjadikan peluang untuk meraih pangsa pasar mahasiswa Pegadaian harus lebih intens memperhatikan untuk memasarkan lebih luas kepada pangsa pasar mahasiswa. Adapun caranya dapat dimulai dengan menyajikan iklan yang cocok untuk kalangan mahasiswa, penggunaan endoser yang lebih dekat dengan mahasiswa atau melalui penyelenggaraan / event yang melibatkan untuk kaum mahasiswa. Pembuatan program pemasaran bagi kalangan mahasiswa mestinya dibuat kemasan yang lebih khusus agar secara rasional Perum Pegadaian dapat dijadikan alternative dalam pembiayaan (sebagai lembaga jasa kredit keuangan).

Sedangkan untuk pemilihan jasa kredit keuangan untuk pinjaman Rp 50juta keatas resonden banyak memilih Bank Syariah sebagai alternative jasa kredit keuangan sebagai peringkat pilihan paling tinggi diikuti oleh Bank umum Nasional Pemerintah diikuti bank umum nasional swasta dan Bank Perkreditan Rakyat. Dari hasil ini menunjukkan bahwa Bank Syariah berpotensi untuk memperoleh pangsa pasar paling luas. Kemungkinan karena kalangan responden merupakan kalangan atau segmen spiritual yang rasional. Ke depan Syariah harus lebih digarap dengan serius untuk responden seperti ini, Hal ini merupakan peluang yang sangat terbuka lebar dalam mengembangkan pemberian kredit dengan system syariah. Perum Pegadaian harus mampu menangkap kesempatan ini, dalam mengembangkan Pegadaian syariah, outlet-outlet syariah diyakinkan akan menjadi favorit dalam pemilihan lembaga jasa kredit. Kemudian Bank umum nasional pemerintah menjadi alternative kedua setelah bank syariah hal ini mungkin dipersepsikan bahwa tingkat kebangkrutan dari bank umum nasional pemerintah dinilai rendah dan semakin meningkatnya kepercayaan terhadap bank umum nasional pemerintah sehingga BUNP merupakan alternative kedua yang dianggap sebagai pilihan
Berikutnya yaitu responden yang memilih bank umum nasional swasta dan terakhir Bank perkreditan rakyat sebagai alternative atau pilihan sebagai lembaga kredit keuangan untuk mendapatkan kredit.
Dan pada kredit pinjaman diatas Rp 50juta ini Pegadaian bukan menjadi pilihan bagi responden sebagai lembaga kredit keuangan untuk mendapatkan kredit. Kembali lagi hal ini menunjukkan bahwa Pegadaian belum familiar bagi kalangan mahasiswa bahwa Pegadaian bisa menyalurkan kredit diatas Rp 50 juta.
Q24

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Setiap Bulan 1 1,4 2,0 2,0
Tidak Tentu 14 19,7 28,0 30,0
Tidak Pernah 34 47,9 68,0 98,0
Setahun 1-3 1 1,4 2,0 100,0
Total 50 70,4 100,0
Missing System 21 29,6
Total 71 100,0


Hasil analisa responden sebanyak 50 orang dari mahasiswa dalam rutin meminjam uang ke lembaga jasa keuangan ternyata sebagian besar tidak pernah meminjam (34 responden), kemudian diikuti tidak tentu pinjam (14 responden), dan hanya 1 orang pada masing-masing (setiap bulan dan setahun 1-3 kali). Hal ini mengindikasikan bahwa pada kalangan mahasiswa mempertimbangkan dan sangat berhati-hati serta sangat rasional dalam memutuskan apakah akan menggunakan jasa kredit atau tidak mengingat mahasiswa kebanyakan belum produktif (belum mampu menghasilkan uang karena belum bekerja / belum mampu menghasilkan uang dari usahanya), rata-rata biaya masih diberi oleh orang tuanya sehingga tergantung kemampuan orang tuanya, jika cukup mampu maka hal ini bisa dijadikan pangsa pasar untuk meminjam kredit sebelum kiriman uang dari orang tua dating, sedangkan bagi mahasiswa yang pas-pasan maka barangkali tidak pernah berhubungan dengan lembaga kredit keuangan hal ini wajar karena jika hanya sekadar meminjam uang tanpa punya kemampuan mengembalikan tentunya akan menambah masalah.
Dalam hal ini Perum Pegadaian harus memiliki strategi untuk menghadapi mahasiswa yang tidak pernah melakukan transaksi kredit dengan lembaga jasa keuangan ini adalah memberikan informasi pada produk yang bersifat mudah prosesnya dan murah dari tingkat bunganya, jika tidak dengan menawarkan produk lain yang bersifat infestasi seperti investasi emas (produk MULIA = Murabahah Logam Mulia Untuk Infestasi Abadi) dengan skema kredit yang mudah dan murah.

ANALISA IV
Statistics

Q23a Q23b Q23c Q23d Q23e Q23f Q23g Q23h Q23i
N Valid 14 39 1 2 2 9 10 1 3
Missing 57 32 70 69 69 62 61 70 68
Sum 14,00 39,00 1,00 2,00 2,00 9,00 10,00 1,00 3,00


Adapun dalam tujuan penggunaan meminjam kredit ternyata diperoleh hasil bahwa rangking berturut-turut : untuk modal usaha, kemudian sebagai biaya sekolah/kuliah, sebagai membeli kendaraan, sebagai keperluan membeli rumah, dan sebagain kecil sebagai dana cadangan, keperluan makan sehari-hari dan sebagai berobat serta yang terakhir sebagai keperluan membayar hutang dan biaya menikah.
Hal ini harus disikapi bahwa produk kredit yang ditawarkan Perum Pegadaian harus mampu memberikan system yang menarik agar dapat digunakan sebagai referensi untuk mendapatkan modal usaha. Barangkali kalo untuk modal usaha tentunya yang diperlukan adalah harga yang murah (suku bunga dapat bersaing) serta proses kredit yang tidak berbelit-belit.
ANALISA V
Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Q25a 50 1,00 5,00 3,7400 1,24228
Q26b 50 1,00 5,00 3,7000 ,83910
Q25d 50 1,00 5,00 3,6800 ,95704
Q25e 50 2,00 5,00 3,5600 ,90711
Q25f 50 2,00 5,00 3,5000 ,99488
Q25b 50 1,00 5,00 3,2800 ,88156
Q26c 50 1,00 5,00 2,8000 ,83299
Q25c 50 1,00 5,00 2,4800 ,78870
Q26a 50 1,00 5,00 2,0600 ,89008
Valid N (listwise) 50


Dari hasil diatas menunjukkan bahwa urutan hal yang membuat cenderung menghindari menggunakan jasa kredit adalah berturut-turut : 25a : Takut resiko tidak bisa membayar kembali, 26b : Kebutuhan pokok dalam bisnis, 25d menekankan kemandirian, 25e proses administrasi , 25f waktu proses administrasi kredit, 25b tidak mempercayai lembaga jasa keuangan, 26c hal yang wajar dalam kehidupan masyarakat, 25c malu, 26a bagian dari gaya hidup modern.
Hal ini menunjukkan bahwa responden apabila mengambil kredit maka hal yang paling ditakutkan adalah tidak dapat membayar kreditnya hal ini berarti bahwa kalangan ini sangat mengukur kemampuan untuk dapat membayar kembali kreditnya, sehingga cenderung berhati-hati dalam menggunakan alternative kredit, kemudian prioritas dalam berbisnis menjadi pertimbangan yaitu bahwa jika kredit tersebut tidak mengasilkan nilai tambah karena bisnis maka responden cenderung menghindari hal ini mengisyaratkan bahwa menggunakan kredit harus memiliki alasan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih besar. Sedangkan kecenderungan berikutnya adalah menghindari kredit karena ingin mandiri atau dapat dikatakan sebisa mungkin dalam menghasilkan nilai tambah tidak tergantung dari lembaga kredit dan berikutnya adalah menghindari proses yang berbelit-belit dan menghindari proses administrasi kredit yang lama.
Berikutnya adalah responden yang tidak mempercayai lembaga jasa keuangan kredit sehingga responden ini sangat selektif dan mempertimbangkan bonafit atau tidaknya dari lembaga jasa keuangan kredit tersebut semakin tidak punya nama di mata masyarakat maka responden akan menghindari kredit. Sedangkan pemilihan responden yang terakhir adalah bahwa responden masih bersifat malu dan kredit hanya sekedar menjadi bagian gaya hidup

Kesimpulan :
-Dari hasil responden, Perum Pegadain tidak menjadi alternative sebagai lembaga kredit jasa keuangan untuk mencukupi kebutuhan dari responden.
-Responden terbesar dalam hal ini adalah kalangan mahasiswa yang bersifat rasional dan menginginkan proses kredit yang tidak lama dan tidak berbelit-belit atau mudah prosesnya.
-Terdapat lima segmentasi yaitu :
1.Segmen rasional
2.Segmen yang menginginkan service / layanan personil
3.Segmen yang memperhatikan fasilitas dari lembaga jasa keuangan kredit
4.Segmen yang mempertimbangkan merk
5.Segmen yang mempertimbangkan saran dari orang lain
6.Segmen yang memperhatikan iklan yang disajikan oleh lembaga kredit keuangan
-Dalam berhubungan dengan lembaga jasa keuangan kredit, mahasiswa pada umumnya tidak pernah dalam melakukan peminjaman uang ke lembaga keuangan kredit, hal ini wajar karena kalangan mahasiswa rasional dalam mempertimbangkan kemampuan untuk mengembalikan pinjaman.
-Perum Pegadaian harus lebih pro aktif jika ingin membidik pangsa pasar mahasiswa, tentunya dengan kemasan yang menarik bagi kalangan mahasiswa
-Sebagai prioritas penggunaaan Kredit adalah alasan untuk modal usaha, sehingga apabila tidak ada alasan untuk memperbesar usaha / manfaat dari kredit maka akan cenderung menghindari penggunaan kredit.
-Memang terdapat gejala yang agak diluar dugaan, karena seharusnya mahasiswa memprioritaskan penggunaan kredit sebagai pembayaran uang sekolah hal itu ternyata justru menempati urutan kedua setelah keperluan untuk modal usaha, barangkali hal ini mahasiswa sudah memiliki pemikiran untuk melakukan wirausaha setelah lulus, sehingga memerlukan modal usaha. Jika hal ini benar maka peluang Pegadaian ada pada pangsa pasar ini, dengan memperkenalkan lebih dini ke kalangan mahasiswa maka setelah lulus dan memiliki usaha maka Pegadaian bisa menjadi pilihan yang tepat.

Penetapan Nama Peserta Mudik Gratis Pegadaian tahun 2009

Penetapan Nama Peserta Mudik Gratis Pegadaian tahun 2009 dalam masing-masing jurusan. Sedangkan unit kerja dibawah ini adalah unit kerja yang tercantum dalam Surat Bukti Kredit atau tempat nasabah Mendaftar Mudik Gratis, untuk mempermudah pencarian cari terlebih dahulu jurusannya baru dicari Nama nasabah.

Berikut nama Peserta Mudik Gratis tahun 2009 bersama Pegadaian

SOLO
EKO WARDANING WIDODO - SALEMBA
SRI ANDAYANI - PEGADAIAN BLOK A
SITI RUMIYATI - KRAMAT RAYA
MIYOTO - TG DUREN
KAMALUDIN NUR - PASAR SENEN
LAILAWATY - SALEMBA
FARIDA YULIASTUTI - SALEMBA
TRIYANTO - KEMAYORAN
DIAN NEFERTITI - PADEMANGAN
HARIYONO - GUNUNG SAHARI
AMBAR SULISTYANINGSIH - KPPP
SUGIYATNI - KREO
SUTARMI - KREO
KASIANTO - TAMBUN
MARYATI - KAMPUNG AMBON
KAMALUDDIN NUR - SENEN
SUWARTI/AYU KETRING - PASAR SENEN
HJ ROHANA - SERDANG
R. SUBARDIANTO - PONDOK KELAPA
TUTUK SUPRIYONO - PASAR SANTA
WINARTI - JATIWARINGIN
SITI RODIYAH - PADEMANGAN
BAMBANG RAHINO - SERDANG KEMAYORAN
SUYATMI - JOHAR BARU
SARJU - PONDOK BAMBU
MELISA INDAH FIRDAUSI - PASAR SENEN
TATIK - JATI MAKMUR
SUSTIWI - KPPP
TRI WAHYUNINGSIH - KEMAYORAN
RISTANTI - PASAR SENEN
SAMANHUDI - KPPP
DAMIN S.SI - CONDET
WIDADA - HARAPAN INDAH
HARRY KASINO - SALEMBA
HERMIN SRI S - KPPP
DARWATI - PONDOK BAMBU
TRI WINARTI - GALAXI
BAYU SUPRASTANA - KPPP
SUJAROT - KPPP
SRI SUDARMI - KPPP
SRIYANTO - CIKUPA
ELIYA - KPPP
IDA ZURAEDA - KPPP
MARSINAH - KPPP
FITRI SUCIATI - PASAR SENEN

LAMPUNG
ERNIDA - PASAR SENEN
HENING WULANI - PASAR SENEN
HEDDY M DARMAWAN - SETIA MEKAR
SYAIFUL ROHMAN - SYARIAH KRAMAT RAYA
ELFIANA - JAGAKARSA
MUJIANTO - TANGERANG
RUDI HARTAWI - PONDOK UNGU
DEDEH KURNIASIH - KPPP
ADE YOSKA - PASAR MINGGU

MADIUN
ANDI SALASA - PASAR SENEN
MISNI - PASAR SENEN
PARNO - KPPP
SURATMI - BLOK A
CUT YUSNIDAR - KRAMAT RAYA
KARDJONO - TANJUNG PRIUK
MISNI - PASAR SENEN
ANDI SALASA - PASAR SENEN
KATIRAH Ny. - CILANDAK
SUMIRAH - SENEN
LESTARI WAWORUNTU - TANGERANG
SUPRAPTI PUJI OKTARI - KAMPUNG AMBON
SUPRAPTO CITRA SARAYA - KAMPUNG AMBON
SRI RAHAYU - BOGOR
SUMARNINGSIH CITRA - KAMPUNG AMBON
SRIYATUN - KAMPUNG AMBON
YAHMIN - KALIMALANG
EKO SULISTYANTO - CIGANJUR
SULARJO PUSPITO HADI - CONDET
SANTI APRILIA SARI - HARAPAN INDAH
SITI SUWARTI - PONDOK UNGU
NGENNA ATE P - PONDOK UNGU

YOGYAKARTA
RAHMANTO ADINOTO - PALMERAH
HENDARYADI - TANJUNG DUREN
NURYAMAH - PONDOK AREN
SITI SUBANDIYAH - KELAPA GADING BOULEUARD
DESSY DAMAYANTI - PASAR SENEN
SUWITO - CEMPAKA PUTIH
SUDIN - KRAMAT RAYA
PUJIYANTO - SYARIAH JL.KRAMAY RAYA 162
DJUMIYEM - PADEMANGAN
SAFINGI - KRAMAT JATI
SUKRO SUGIANTO - BEKASI UTAMA
ROHAYATI NUFUS - CITEREUP
WADIMAN - KRAMAT RAYA
MULYANTO - KEBON NANAS
EKO RETNO WIDYASTUTI - RAYA TENGAH
SUTINI - GROGOL
HENNA MULIANA - TANGERANG
SARWANTO - TJ. DUREN-KALI DERES
ROSIDAH - SALEMBA
SATRIO EFENDI - KALI DERES
AGUS TULUS - JATIWARINGIN
WARI WAHYUNI - SUDIRMAN
YUWONO - BEKASI TIMUR
SUSI KUSMIATI - BEKASI TIMUR
SUWARTO - KPPP
TITI NAIBAH - CIGANJUR
FITRI HANDAYANI - SALEMBA
MARIA LUSIA SULASMI - DEPOK
DIANA SUSILAWATI - DEPOK
SLASAWATI - PONDOK UNGU
FUTIA FARIDA HASANAH - KAMPUNG AMBON
SUTINI - TJ DUREN-GROGOL
AGUS RUKUN TP - PONDOK UNGU
SRI RACHMINI - PONDOK UNGU
MURYATI - PONDOK UNGU
FARIDA UMI HAYATI - PASAR JATINEGARA
ISWORO - PASAR SENEN
IBNU SUTOPO - KRAMAT RAYA
WISNU HUTOMO - KPPP
ZAENAL ABIDIN - KALI DERES
BUDI TJAHJONO - PANCORAN MAS
FIDIASTUTY RILANDA - SUDIRMAN
CHRISTINA ANASTA SEDIATI - UPC BALAP SEPEDA
CHOLIFAH - KPPP
TUTIK SUWARNI - KPPP
DALIKUN - KPPP
HARI ISNAWAN - KPPP
RIRIS SUPRIYATINI - KPPP
YULY ARSIANTY - KPPP
KASRIPIN - KRAMAT RAYA
CHRISTINA PARAMAYANTI - KPPP
M.BAHRUN - KPPP


MALANG

KUS SUMARJADI - KEMAYORAN /PSR SENEN
ENNIA INDAH WINARYUNI - PONDOK UNGU
NITA SUSITA - CIBUBUR
UTIK RAHAYU - GUNUNG SAHARI
DALIYAH - SENEN
LUQMAN SETIAWAN,SP - PASAR MINGGU
ENDAH RATNANINGSIH - KEMANG PRATAMA
HERI SANTOSA - MALAKA
FENTY NURIDA HIDAYATI - CEMPAKA MAS
ENI MARTINAH - PS. MINGGU
LISTYO DWI PRISTIWATI - PANCORAN MAS
SURTININGRUM - PONDOK UNGU
SUGIMAN DIYO - PS. MINGGU
HENING WULANI - PASAR SENEN
ANITA NUDIRO - KPPP
DWI AHNANIK - JAGAKARSA
RICCA MAHARISA - MARGONDA
Rr. RINI WULANDARI - PANCORAN MAS
ADE HERAWATI - CPS MARGONDA
RITTA KARUNIAWATI - KPPP
RETNO SULISTYOWATI - KPPP

SURABAYA
MOH.HASAN BISRI - TAMBUN
MINARTI - PASAR CIPUTAT
DARMAJI - CILINCING
HETTY ROSALIA - BEKASI TIMUR
ESTI RAHAYU - BEKASI TIMUR
AHMAD EDY SUKARTO - RAWAMANGUN
MARFUAH HJ - PONDOK UNGU
RONNY MAHENDRA - CEMPAKA PUTIH
ANDRI SIGIT PURWANTO - KAMPUNG AMBON
ANI IRODAH - HARAPAN INDAH
RUSDIHAN HARUM - KOTA BARU
HIDAYATI - WALANG JAYA
ISMAWATI - WALANG JAYA
JUMROH - WALANG JAYA
ADI SOFA - JL.NUSANTARA DEPOK
SULIHAH - TANJUNG PRIUK
ARFAN FADALI - SENEN
EDI KUSNAEDI - PASAR SENEN
VITA TRISNASARI - KEBON NANAS
ARIF SETIAWAN - CIDODOL
DWI YULIASTUTI - KPPP
IYAN SARONI - KPPP
YULIES HENDRI FERLY - KPPP
DENDY FIRMANSYAH - KPPP
NURUDDIN ARIFIN - PONDOK UNGU
SUNARTI - PONDOK UNGU
AMRI BADAWI ,Dra - PONDOK UNGU
EDDY SANRODJI - TJ PRIOK
ADE PRAYITNO - KPPP
AMI KADMINI - MARGONDA
SRI MURTIASTUTI - KPPP
Rr. AYOE BOEDIANI PUTRI - KPPP
IWON PUJIASTARI - KPPP
IRNIZA - KPPP
WAHYUNI - KPPP
BUSRO - KPPP

SEMARANG
SYAHLAN SYAH - DEPOK
ENNIA INDAH KINARYANI - PONDOK UNGU
ENIDAR - TAMBUN
TRI ASTUTI - CIGANJUR
ELY KHAMDAN - BOJONG GEDE
SUWITO - HARAPAN INDAH
MARHATI - PONDOK UNGU
SYAMSU RIZAL - CILANDAK
SUHERTI - BUARAN
RAHMAD NURHADI - DEPOK
DARTI - KELAPA GADING
SISCA R - KAMPUNG AMBON
HARTO WIDODO - KRAMAT RAYA
VERA KADARWATI - SENEN
RINA ARMALA - KPPP
SRI HARYATI - PONDOK UNGU
ENDANG PUJIASTUTI - MARGONDA
ROHMAT - SALEMBA
HARTO WIDODO - KPPP
DADANG - KPPP
DELIMA WAHYU SAPUTRA - GUNUNG SSAHARI
EKA MAYA S - KRAMAT RAYA
PRIO HIMAWAN - KALIDERES
ADE HERAWATI - MARGONDA
RINA ARMALA - KPPP
FATHATUN - JATIWARINGIN

PURWOKERTO
RETNO WIDIASTUTI - TAMBUN
ANDIKA YULISMADYA - UPC MUTIARA GADING 2
KHOMSIYATI - KEMAYORAN
MANIS SUWARTI - SENEN
ANDINI NUR EKAWATI - RAWAMANGUN
ROSY PUSPITA - KELAPA GADING
KANG KIM LU - PADEMANGAN
M. WAGIO - TAMBUN
SUWAIBAH - PONDOK UNGU
AGUS PRIYANTO - CEMPAKA PUTIH
SODIKIN SOEPRIYANTO - TJ PRIOK
SURATMI - DEPOK NUSANTARA
SRI MULYANI - KPPP
ARDI WIDODO - PANCORAN MAS
ROCHIYAM - DEPOK
SRI PAMUNGKAS R.P - DEWI SARTIKA
NINING SUSAPTI - KRAMAT JATI
ASIH MULYANI - TAMBUN
PARNO - PADEMANGAN
ARIS TIANTO - KRAMAT RAYA
DIAH SARININGSIH - BEKASI UTAMA
SYACH MULYA - KRAMAT RAYA
ASIH MULYANI - TAMBUN
RATMININGSIH - DEPOK

JOMBANGKEDIRI
JAIS SETIAWAN - KEBAYORAN BARU
SUPRIANTO - KRAMAT JATI
DINA TRIYANA HUTABARAT - PASAR SENEN
UKHTI MASYITHAH MUSTAMAR - KPPP
LINAWATI - KRAMAT RAYA
SRI MASTITIK - JATINEGARA
MARSUDI - SIAGA
SLAMET HARYONO - BUARAN
SRI ARIANI - CISALAK
SITI WAHYUNI - KPPP
YUTI REJEKI - KPPP
RIZA VAHMI VANESSYA - DEPOK
DIAH CAHYANINGSIH - KPPP

TEGALPEKALONGAN
WASINA - PASAR SENEN
MARFUAH - SALEMBA
NURDIN PANGHARAPAN - BEKASI UTAMA
HELMI FASA - KEBON KOSONG
IR.HARJO PRAYITNO - SENEN
WATI - KPPP
SITI MARIYAM - DEPOK
DUMIYATI - DEPOK
YANI MACHYANI - KPPP
SURYANI - KPPP
ILHAM SYUKUR NASUTION - KOTABARU
SUTRISNO - KRAMAT RAYA
NURSOBAH - PETAMBURAN
SUGIYANTI - CEGER
SRI SAPTI ANGGRAENI - KPPP
RATNASARI - TEBET
ROBI SAFARI - KPPP
MERRY OCTAVIA WIDJAYA - KPPP
SUMINI - PONDOK MELATI

TASIKMALAYA
LILIH SUHERLAN - JATINEGARA
RITA NURHAYATI - KPPP
TWIN RUCHMA F - KPPP
IIS DIAN SARI - GUNUNG SAHARI
NITA RAHMAWATI - KPPP
AS RAHAYU - PASAR MINGGU
EDIS YUMANDRA - PASAR MINGGU

PADANG
YOSLINDA - JATINEGARA
BENHARD SIBARANI - TAMBUN
HASNA BASYAR - BEKASI UTAMA
RATNA NURMANDA - BEKASI TIMUR
ZAINUDDIN - TANGGERANG
ZALFELI - KPPP
EFFENDI - KPPP
ERWANSER SIBAGARIAN - TAMBUN
IRFAN MAHENDRA - KPPP

CIREBONKUNINGAN
KRISNA LIES SETYOWATI - SALEMBA
EKA HERAWATI - GUNUNG SAHARI
MAHYUNI FITRIA - KPPP
AHCMAD - KPPP
MUKHLIS S.Ag - PONDOK UNGU
NURWAHIDIN - KRAMAT RAYA
DAMUD - KPPP
SEHABUDIN, SE - KPPP
SABARI - PASAR SENEN
SITI FALDATUL JANAH - KPPP
AGENG WIDY INDRANINGRUM - KPPP
JAMILAH - KPPP


Keterangan :

* Pengambilan Tiket di Kanwil IX Jakarta Tanggal 10 September 2009 selama hari kerja
* Unit kerja diatas adalah ASAL CABANG dalam SBK atau tempat nasabah mendaftar
* Info kurang jelas hubungi sekretariat di Kanwil IX Jakarta

Sisa Kuota Mudik Gratis 2009 Bersama Pegadaian

Syarat Mudik Gratis Bersama Pegadaian 2009 :
Untuk persyaratan yang mendaftar setelah tanggal 26 Agustus 2009 ditentukan :
Fotocopy kartu tanda anggota (kartu nasabah) atau fotocopy 1 lembar SBK/SBR/Form Angsuran kreasi/Krista atau surat keterangan dari manajer cabang bahwa peserta pernah menggadai atau menjadi nasabah Pegadaian.
Sedangkan ketentuan jumlah maksimum tetap mengacu pada surat Dirbang Perum Pegadaian nomor 179/CSR100240/2009 tanggal 11 Agustus 2009 yaitu maksimum 1 peserta dengan melampirkan fotocopy KTP, 2 peserta dengan melampirkan akta nikah dan maksimum 4 peserta melampirkan fotocopy Kartu Keluarga.

Waktu Mudik : 17 September 2009 berkumpul di Kantor Pusat Perum Pegadaian Jl. Kramat Raya No.162 Jakarta Pusat pukul 13.30 WIB

Fasilitas : Makan untuk buka puasa + 1 kali snack + Souvenir Kaos + Handuk

Pendaftaran : Sampai dengan kuota terpenuhi (sehingga jika sudah penuh otomatis pendaftaran ditutup)di Kantor Cabang Perum Pegadaian terdekat di Wilayah Jakarta, dan agar Kantor Cabang menghubungi ke sekretariat di Kanwil Jakarta IX Sdr. Widi Hartanta HP. 081317246323 untuk keterangan lebih lanjut dan info jumlah sisa quota.

Armada yang digunakan : Bus Simponi, AC kapasitas 40 dan 54(untuk jurusan relatif dekat)
Sisa kursi per Jurusan update 7 September 2009 08.10 WIB: (Update On line hanya hari kerja) (ini adalah sebagai referensi namun kepastian sisa tetap di sekretariat)

Padang -HABIS-
Surabaya -HABIS-
Tegal-> Pekalongan -HABIS-
Semarang -HABIS-
Malang -HABIS-
Jombang/Kediri -HABIS-
Lampung 3 kursi
BandungTasikmalaya 25 kursi
Madiun -HABIS-
CirebonKuningan 19 kursi
Purwokerto->Yogyakarta->Solo -HABIS-

KESEMPATAN KERJA / LOWONGAN KERJA PENAKSIR PERUM PEGADAIAN JULI 2009


KESEMPATAN KERJA

LOWONGAN PEKERJAAN PADA PERUM PEGADAIAN KANTOR WILAYAH IX JAKARTA DAN KANTOR WILAYAH X JAKARTA.

Sebagai perusahaan BUMN yang memiliki visi “Menjadi Champion Dalam Pembiayaan Mikro dan Kecil Berbasis Gadai dan Fidusia Bagi Masyarakat Menengah ke Bawah Pada Tahun 2012”, Perum Pegadaian mengundang putra-putri terbaik Indonesia yang berkualitas, memiliki komitmen, integritas dan moralitas tinggi serta sanggup bekerja keras untuk bergabung sebagai Pegawai Tetap PKWTT dan dipersiapkan menjadi tenaga penaksir handal yang akan diutamakan untuk ditempatkan di wilayah kerja Kantor Wilayah IX dan X Jakarta

Penerimaan lamaran melalui PO.BOX 42324 JAKARTA 10000 dibuka sejak dimuatnya pengumuman di situs www.pegadaian.co.id sampai dengan 18 Juli 2009.

Selanjutnya baca di situs http://www.pegadaian.co.id

Sebuah Pesan dan Saran dari Temanku


Bulan Mei 2009 merupakan bulan yang mempertemukan kembali saya dengan teman-teman lama yaitu teman alumni SMA N 1 Klaten, kata orang saat SMA merupakan saat terindah dalam hidup dan merupakan start seseorang akan meneruskan pilihan universitas sehingga akan sangat menentukan takdir dalam hidupnya.

Berawal dari daftar dalam jejaring facebook.com teman demi teman dapat saya temukan kembali, bukan bermaksud mengulangi kisah lama namun hanya sekedar sharing dan melepas rasa ingin tahu kabar saat ini, Alhamdulillah teman-teman saya rata-rata menjadi orang yang sangat mapan semua, kalo masalah materi barangkali saya dan teman-teman tidak mau membahasnya lebih jauh, namun perkembangan dalam menata dan memantapkan keimanan yang jauh sangat penting.

Singkat cerita, dalam pembicaraan dengan ke 5 teman saya ini, mereka menyarankan agar saya segera menunaikan rukun ke-5. Teman saya tersebut 1 orang sudah berhaji, 2 orang Insya Allah akan berangkat tahun 2009 ini dan 2 orang belum berhaji namun menyarankan saya untuk ibadah haji.

Sungguh,suatu pencerahan yang luar biasa mendengar saran teman lama saya, batin saya bergoncang (teringat juga doa dan pesan orang tua saya, ingat ucapan istri saya =”ndang buka rekening haji sik wae”) ada apa dibalik semua saran teman saya ini?. Memang ingin sekali untuk berangkat menunaikuan rukun ke-5, namun dari berbagai referensi ibadah haji adalah merupakan panggilan dan tidak mengenal tua, muda, kaya dan miskin. Selain itu jauh yang lebih penting dalam pemahaman saya adalah nilai istiqomah (teguh pendirian) baik sebelum melaksanakan maupun setelah melaksanakan rukun kelima. Insya Allah ini menjadi pertanda dan hikmah yang baik bagi saya, keluarga dan teman-teman saya.

Terimakasih teman-temanku, engkau telah mengirimkan pesan sangat yang mulia kepadaku.

18 Prinsip Pemberian Kredit menurut Roger H Hale


Disuatu pelatihan saya mendapatkan bahan ini, jika anda bekerja di lembaga prekreditan idealnya Anda harus tahu tentang hal ini, apa-apa yang harus diperhatikan saat melakukan pemberian kredit, berikut ini 18 prinsip pemberian kredit menurut Roger H Hale antara lain :
1.Quality Of Credit is More Important than exploiting new opportunities (Kualitas Kredit adalah lebih penting dari pada mengejar peluang baru).
2. Every Loan should have two ways out that are related and exist from beginning (Setiap kredit harus mempunyai 2 jalan keluar yang tidak berkaitan dan ada sejak semula).
3. Kejujuran Nasabah adalah yg paling utama dalam memberikan skala prioritas penilaian. Jika ada keraguan , jawabannya hanya satu yaitu TOLAK.
4. If you do not understand the business, do not lend to it.
5. Putusan Pembiayaan adalah putusan analis kredit/KPK dan harus bebas tanpa tekanan & tanpa rasa takut.
6. Tujuan dari sebuah pembiayaan harus didasari pelunasan. Bukan tujuan lain, seperti tujuan menyita barang jaminan atau yang lain.
7. Jika analis mempunyai data dan fakta yang lengkap maka dapat dibuat putusan yang tepat. Karena itu kembangkan rasa ingin tahu, karena debitur yang baik justru akan lebih senang berhadapan dengan analis yang benar-benar tahu bisnisnya.
8. Siklus bisnis tidak dapat dihindari. Analis Kredit harus mengetahui tahap siklus bisnis yang sedang dihadapi nasabah.
9.Kualitas manajemen amat penting, walau sulit dievaluasi. Karena itu perlu mutu manajemen nasabah, gaya kepemimpinan, sikap inovasi.
10. Salah satu kesalahan analis adalah terlalu mengandalkan agunan. Cash flow tidak dapat digantikan dengan agunan.
11. Penilaian agunan hendaklah dilakukan secara profesional.
12. Pemberian Pembiayaan kepada pengusaha kecil lebih beresiko dibanding dengan pengusaha besar.
13. Salah satu penyebab besarnya jumlah pembiayaan yang harus di write off karena administrasi /dokumentasi yang kacau.
14. Kantor cabang hendaklah lebih berhati-hati memberikan pembiayaan kepada nasabah diluar wilayah kerjanya.
15. Jika nasabah menginginkan jawaban yang cepat dari permohonan pembiayaannya , maka jawaban yang tepat adalah TOLAK atau tidak .
16. Jika pembiayaan didukung oleh garansi pihak ketiga maka harus yakin bahwa penjamin tahu akan kewajibannya.
17. Telusuri Penggunaan Kredit dan lihat perkembangan usahanya serta bandingkan sebelum dan sesudah memperoleh pembiayaan.
18. Utamakan kepentingan perusahaan dari kepentingan nasabah.

Dari hal diatas barangkali ada hal-hal lain yang harus diperhatikan karena antara teori dan praktek kadang bertolak belakang, untuk itu diperlukan suatu telaah yang mendalam serta sering-sering melakukan koordinasi/ sharing, berbagi pengalaman dengan sesama analis kredit. Akhirnya semoga kiat diatas dapat membantu bisnis anda.

With Money You Can.....


With money you can buy a house but not a home

With money you can buy clock but not time

With money you can buy bed but not sleep

With money you can buy book but not kwnoledge

With money you can visit a doctor but not good health

With money you can buy a position but not respect

With money you can buy sex but not love

With money you can buy blood but not life

Rasa Penasaran


Sejak munculnya kasus ketua KPK Antasari Azhar, ada efek samping dari pemberitaan media yang menyebut nama Rani Juliani, pers langsung berburu dan mendapatkan alamat blog Rani Juliani di rani-juliani.blogspot.com dan ranijuliani.blogspot.com. Namun blog ranijuliani.blogspot.com postingannya telah di hapus. Yang menarik dalam blog rani-juliani.blogspot.com adalah statistik pengunjung yang sangat luar biasa.

Luar biasanya blog di rani-juliani.blogspot.com adalah ditandai dengan adanya berbagai komentar tertuang di postingan blog maupun yang melihat profil seorang Rani Juliani. Ada komentar dukungan, hujatan, bahkan ada yang nebeng iklan, dan lain-lain. Blog rani-juliani.blogspot.com memang sangat fenomenal, dengan tampilan dan gadget seadanya namun begitu luar biasanya jumlah statistik pengunjung.

Mungkin berbagai motif dalam membuka blog rani-juliani.blogspot.com :
1. Iseng yang terpengaruh oleh media cetak dan elektronik
2. Memang suka gosip
3. Ingin tahu sosok sebenarnya seperti apa sih seorang Rani Juliani
4. Ada pihak-pihak yang memang sangat berkepentingan
5. Mengobati rasa penasaran =(biasanya hanya buka sekali saja)

Nah, mana yang anda pilih?

Bedanya menerima SDM yang berkualitas dengan yang tidak berkualitas


Dalam blog ini, sebelumnya telah saya up load tentang topic mengapa atau alasan apa karyawan itu harus mutasi. Bagi perusahaan alasan yang paling mumpuni dan thok cer dalam menjawab mengapa karyawan harus dilakukan mutasi adalah berdasarkan kebutuhan perusahaan. Padahal kebutuhan perusahaan harus didasarkan pada beban kerja dalam unit kerja tertentu dibandingkan dengan kemampuan SDM untuk menyelesaikannya, sehingga bisa jadi terdapat dua unit kerja dengan tingkat pengukuran beban kerja yang sama (misalnya produksi yang dihasilkan sama, kualitas outputnya juga sama, biaya untuk menyelesaikannya juga sama, perlengkapannya juga sama) namun diselesaikan dengan jumlah SDM yang berbeda misalnya di unit kerja A diselesaikan dengan 7 orang sedang di unit kerja B diselesaikan dengan 9 orang. Dari situ akan jelas akan terlihat antara SDM yang berkualitas dengan SDM yang tidak berkualitas, semua sepakat bahwa semakin sedikit orang dengan output yang sama pasti memilih semakin sedikit SDM yang digunakan maka SDM (sumber daya manusianya) yang lebih berkualitas. Dilemanya terdapat dua ciri-ciri seorang manajer jika mendapat SDM yang tidak berkualitas. Jika seorang Manajer mendapat SDM atau anak buah yang berkualitas hampir dapat dipastikan sedikit mereka tidak akan protes, namun jika ditempatkan SDM yang kurang berkualitas ada 2 reaksi :

1. Manajer (atasan) bersikap diam terhadap bagian SDM yang menempatkan karena sadar bawah di perusahaan masih terdapat SDM yang kurang berkualitas sehingga hal itu menjadi tugasnya untuk melakukan pembinaan terhadap SDM yang kurang berkualitas tadi dengan memberikan banyak contoh dan arahan. Manajer seperti inilah yang saya nilai masih jarang
2. Pada umumnya jika ditempatkan SDM yang kurang berkualitas maka cenderung terjadi penolakan yang sering protes ke SDM, minta tambahan tenaga lagi dan menganggap SDM yang tidak berkualitas hanya sebagai pupuk bawang saja, tanpa adanya usaha untuk melakukan pembinaan dan mengoptimalkan.

Anda pilih yang mana?

Comfort Zone atau Zona Nyaman


Pada dasarnya manusia ingin hak-hak dan privasinya yang mungkin selama ini menjadi kebiasaan dalam dirinya tidak ingin terganggu. Hal tersebut biasanya sangat wajar mengingat memang sebagi fitrahnya manusia tidak tahu apa yang akan terjadi kemudian, namun dari hasil kebiasaan-kebiasaan itu dapat diambil suatu pelajaran dan kadang dijadikan prediksi atau perencanaan di masa mendatang. Sering saya menghadapi orang cenderung kurang optimis untuk menghadapi masa perubahan karena takut kecewa jika tidak sesuai dengan yang dia inginkan atau tidak sesuai dengan yang direncanakan.

Hal ini adalah salah satu contoh sharing dibidang yang saya tangani. Saat ini di Perum Pegadaian sangat gencar membuka banyak unit atau outlet sehingga unit yang telah siap harus diisi tenaga-tenaga yang siap.

Mengingat Pegadaian bergerak dibidang jasa gadai maka tentunya untuk mengisi unit kerja yang baru harus dipilih orang-orang atau yang mampu dan berpengalaman. Di beberapa cabang yang sudah besar pada umumnya terdapat beberapa tenaga yang dianggap berpengalaman tersebut, jumlahnya ada yang 2 atau 3 orang penaksir, dan selaku karyawan di bagian SDM yang harus menempatkan orang-orang tersebut terkadang mengalami kendala. Pada umunya para Manajer Cabang yang menjadi atasan dari tenaga yang dianggap berpengalaman tersebut keberatan jika bawahannya dipindahkan ke unit yang baru tadi mengingat selama ini jika terdapat penaksir tersebut beban kerjanya dapat diatasi dengan baik.
Dalam benak Manajer Cabang barangkali terdapat pemikiran melepaskan penaksirnya maka resikonya adalah :

1.Manajer Cabang harus melakukan pembinaan terhadap pegawai lain yang relative baru dan itu dipastikan akan lebih capek dan perlu waktu yang cukup lama.
2.Manajer Cabang harus terjun langsung dan dipastikan lebih sibuk yang mengakibatkan kenyamanan bekerja atau tekanan dalam bekerja semakin meningkat.
3.Suasana comfort zone atau zona nyaman membuat seseorang riskan dalam menghadapi perubahan.

Kemungkinan besar bahwa penolakan-penolakan terhadap perubahan ternyata adalah seseorang pada titik tertentu telah mengalami comfort zone atau zona nyaman. Karena telah nyaman, tenang, aman dan tenteram dalam bekerja maka dia akan sulit untuk dirubah. Sikap yang lainnya penyebab dari penolakan terhadap perubahan adalah pada prinsip kurang suka terhadap tantangan hal itu ditunjukkan dengan jika diberikan beban kerja yang lebih maka cenderung akan mengeluh, protes terhadap suasana akan perubahan dan menunjukkan kurang optimis.

Mudah-mudahan hal ini menjadi pengingat terhadap penulis sendiri dan marilah hadapi tantangan di masa depan, meskipun kita semua dalam suasana zona nyaman tapi persiapkan diri dengan baik untuk menghadapi perubahan-perubahan di masa depan, karena salah satu yang tidak akan berubahan dalam dunia ini adalah perubahan itu sendiri.

Serah Terima Jabatan Pinwil






Mengingat Bapak Nafwardi Noersai, SH,MH,MM akan memasuki purna tugas sebagai Pemimpin Wilayah Perum Pegadaian Kanwil IX Jakarta, berdasarkan surat keputusan Direksi Perum Pegadaian sebagai pengganti beliau adalah Bapak Hari Yuwono, SE,MM. Berdasarkan peraturan yang berlaku maka sebelum melaksanakan tugas harus dilakukan serah terima jabatan.

Diatas adalah beberapa gambar dari kegiatan serah terima Jabatan Pemimpin Wilayah Perum Pegadaian Kanwil IX Jakarta yang diselenggarakan tanggal 25 Pebruari 2009 di Grand Ballroom Oasis Amir Hotel, Jakarta Pusat.

Dalam acara serah terima tersebut juga dihadiri oleh Direktur Keuangan Perum Pegadaian Bapak Budiyanto, SE,MM. dan beliau memberikan sambutan dan pengarahan untuk kemajuan Perum Pegadaian.

Barokallohu... untuk Pak Nafwardi dan Selamat bertugas Pak Hari Yuwono. kita songsong Perum Pegadaian selalu lebih baik... lebih baik... dan lebih baik.

Sosialisasi Penetapan Target Operasional dan Sosialisasi Intranet

Pada 22 Pebruari 2009 yang lalu Kanwil IX Perum Pegadaian Jakarta menyelenggarakan kegiatan sosialisasi penetapan target operasional tahun 2009 dan sosialisasi intranet. Adapun tujuan dari sosialisasi penetapan target operasional th.2009 adalah sebagai upaya awal dan bagian dari kontrak manajemen, yaitu setelah penetapan target th.2009 yang telah ditetapkan oleh Kantor Pusat Perum Pegadaian harus dibagi per cabang. Nah agar pembagian target mendekati keadilan dan proporsional serta wajar maka diperlukan diskusi antara pihak Cabang dan Kanwil untuk memberikan input dan masukan tentang langkah-langkah untuk mencapai target tahun 2009.

Sedangkan sosialisasi intranet bertujuan untuk menyatukan langkah dalam sebuah media komunikasi yang efektif dan efisien termasuk didalamnya sebagai alat untuk percepatan pengiriman laporan bulan dari Cabang ke Kanwil lewat internet yang bersifat intranet (hanya dalam lingkup Perum Pegadaian) dan sebagai media tukar informasi, sharing pengetahuan dll.

Selain daripada itu untuk memberikan refreshing terhadap staf atau pegawai di Kanwil IX Perum Pegadaian Jakarta, baik staf pegawai tetap dan outsourcing dilakukan kegiatan outbound.
Acara ini berlangsung dari jam 09.00 s.d. 16.00 WIB, untuk acara sosialisasi dilakukan di ruang Gardenia Via Renata Hotel di Puncak, sedang untuk yang outbound dilakukan di lingkungan via renata hotel yang telah disediakan oleh team outbound Via Renata Hotel.

Sebagai akhir dari acara tersebut dilakukan ramah tamah dan pemberian cindera mata kepada Bpk. Nafwardi Noersai, SH, MH, MM. yang akan mengakhiri pengabdiannya di Perum Pegadaian (memasuki pensiun tmt 1 Maret 2009).
Sukses buat Pak Nafwardi yang telah memimpin dari Kanwil Utama Jakarta kemudian dipecah menjadi Kanwil Jakarta I serta terakhir menjadi Pinwil Kanwil IX Perum Pegadaian Jakarta. Semoga Allah SWT selalu memberkahi Bapak Nafwardi dan keluarga. Amin

disamping adalah cuplikan foto dari kegiatan tersebut




Outbound ke-2 Th 2008 Perum Pegadaian Kanwil Jakarta I Bag.2






Outbound ke-2 Th 2008 Perum Pegadaian Kanwil Jakarta I Bag.1








Cara Meningkatkan Kecepatan Dengan Browser Mozilla Firefox 3.1 Beta 1


Sekedar nambahin informasi, ini kutipan dari kompas tekno..

Akhirnya muncul juga update utama pertama dari Firefox 3. Software baru ini hadir dengan platform rendering baru Gecko 1.0.1, fitur end-user baru seperti preview untuk tab dan dukungan untuk teknologi-teknologi web baru.

Sementara itu fitur yang ditunggu-tunggu banyak penggunanya, TraceMonkey JavaScript accelerator, harus diaktifkan secara manual. Namun begitu diaktifkan –Anda akan merasakan kecepatan browser yang meningkat.

Untuk mengaktifkan TraceMonkey, Anda harus mengetikkan “about:config” di address bar , lalu mengetikkan javascript.options.jit.content di field Filter, mengubah setting menjadi True, dan mengklik ganda pada item itu. Berikutnya, tutup jendala browser dan restart Firefox.

Menurut Mozilla, TraceMonkey akan mengantarkan peningkatan kecepatan sampai 40x dibandingkan versi Firefox sebelumnya. Namun ini juga tergantung pada situs Web yang diakses.

Selain peningkatan kecepatan, Firefox 3.1 Beta 1 ditambahi dukungan untuk CSS 2.1 dan CSS 3, URL bar yang mendukung beragam karakter khusus dan fitur tab preview yang bisa dipakai dengan menekan CTRL+TAB.

Yang juga baru adalah dukungan terintegrasi untuk teknologi web baru seperti elemen video dan audio, W3C Geolocation API, JavaScript query selectors, web worker threads, SVG transforms dan aplikasi offline.

Berbuat Sekecilnya daripada Tidak Berbuat


Memang nikmat hidup di Negara merdeka seperti di Indonesia, bagaimana tidak?

Minggu 18 Januari 2008 saya mengawali pagi hari dengan bangun padi jam 04.30 wib, kemudian saya ambil air wudhu dan pergi ke Masjid untuk sholat subuh, kebetulan letaknya disamping persis meskipun dekat karena hujan deras maka saya pakai payung, pulang dari Masjid saya baru mandi dan berkemas untuk kembali ke Jakarta karena pukul 10.30 wib saya mendapat undangan untuk reuni teman kuliah di Jurangmangu sekaligus membahas terbentuknya APPI (asosiasi profesi penaksir Indonesia).

Setelah mandi saya sarapan pagi, dan kemudian saya bangunkan anak-anakbegitu mereka bangun mungkin anak saya agak heran mengingat hari Minggu biasanya saya kembali ke Jakarta sore namun anak-anakku sedikit tercengang, lho … Bapak kembali ke Jakarta sekarang? Iya, jawabku. Mengingat hujan dan istri yang bertugas di RS Pertamina Cirebon masuk shift malam sehingga belum pulang dan tidak ada yang mengantar maka pembatu saya mencarikan becak, selang sebentar becak datang dan salam dari anak saya ‘assalamu’alaikum dan hati-hati ya Pak’ begitulah sapaan anakku yang diiringi hujan untuk menghantarku ke stasiun, kereta Argojati yang aku tumpangi berangkat tepat pukul 05.45 wib dan sampai di Jakarta jam 08.55 wib saya langsung menuju kos dan berganti baju kemudian berangkat bersama Samsuri teman satu kos ke kantor untuk berkumpul bersama teman-teman yang lain. Singkat cerita pertemuan di Cibubur pun berjalan dengan lancar untuk bertemu dengan teman-teman sesame alumnus Kampus Ali Wardhana (STAN Prodip spesialisasi Pegadaian) dari angkatan 94,95 dan 96, acara dihadiri sekitar 40 orang di dimulai jam 11.00 dan berakhir pukul 13.30 dan menghasilkan beberapa kesepakatan. Info pertemuan di Pondok Lesehan Cibubur dapat di akses di http://prodippegadaian.blogspot.com

Selesai pertemuan kami kembali ke Kantor di Jl. Senen Raya 36 Jakarta mengingat perjalanan di jalan tol lancar maka dari Cibubur ke Senen ditemput kira-kira 45 menit saja atau kurang dari 1 jam. Setelah sampai saya bersama Mas Samsuri pergi ke Rawamangun untuk mencari T shirt dan oleh-oleh buat keluarga Mas Samsuri (mengingat beliau tidak pulang ke Karanganyar dengan tujuan mengikuti acara di Cibubur tadi – #biasanya Sabtu Minggu atau liburan hampir pasti menengok keluarganya di Karanganyar Solo). Sampai Rawamangun temen saya Encis nelpon…. E… ternyata ada temen saya pindahan dari Balikpapan (Pak Gede pindah ke Jakarta menjadi Manajer Keuangan sudah dating ke Kantor). Saya dan Pak Samsuripun segera menyelesaikan belanja kaos beratribut PKS dan Palestina. Sampai di Kantor langsung sholat ashar dan saya pun menemani Pak Gede untuk cari kos dan survey ke calon rumah dinas Pak Gede dan survey calon Kantor istri Pak Gede di Badan POM. Kami sempat mampir ke Teman di Jl. Pramuka Jakpus. Saya maghrib di rumah teman dan akhirnya balik ke Kantor.

Itulah sedikit kegiatan diri saya dari bangun pagi hingga petang. Saya sadar sekali bahwa hidup di Negara merdeka seperti di Indonesia sangatlah menyenangkan, bahkan sering-sering banyak nikmat yang kita terima kadang kita lupakan. Dari pagi hingga petang saya masih dapat merencanakan segala sesuatu tanpa hambatan. Saya sempat berpikir di malam harinya begitu penuh aktifitas ini pagi saya masih di Cirebon, siang di Cibubur dan Sore sudah berlalu lalang di Jakarta Pusat, padahal jarak dari Cirebon, Cibubur, Jakarta Pusat tidaklah dekat, namun saya dapat menjalaninya dengan lancar. Kemudian saya teringat tulisan di Majalah sabili yang barusan saya di Kereta, pikiran ini Saya bawa ke Negeri Palestina yang saat ini sedang dilanda gejolak perang.

  • Andai kata saat ini saya di Palestina tentu saya tidak bisa sarapan di pagi hari karena masih panikuntuk menghindar dari ancaman bom dan senjata api.
  • Seandainya saya saat ini di Palestina tentunya saya tidak bisa naik becak di jalanan dan naik kereta sambil membaca majalah dengan tenang.
  • Seandainya saya di Palestina saat ini tentunya saya tidak bisa berkumpul dan bereuni dengan teman-teman saya.
  • Andai kata saat ini di Palestina saya tidak bisa mondar mandir sesukanya.
Memang saat ini saya tidak bisa berbuat banyak untuk Palestina, barangkali hanya doa dan mengutuk serangan Israel ke Palestina. Para syahidin telah banyak berguguran namun tidak ada tanda-tanda Israel menghentikan serangan, genjatan senjata selama seminggu juga bukan jaminan untuk menghentikan perang tersebut.

Sekali lagi Saya dengan tegas menyatakan diri mengutuk serang Israel ke Palestina, memang saya tidak dapat berbuat lebih banyak tapi berbuat sekecilnya harus dilakukan minimal melawan dengan hati (meskipun hal itu adalah selemah-lemahnya iman). Berbuat sekecilnya juga merupakan keprihatinan sesama muslim, ibarat satu tubuh, jika terdapat bagian tubuh kita ada yang terluka maka bagian tubuh yang lain akan merasakannya.

Doaku untukmu Palestina, Save Palestine !

Selamat Tinggal Flashdisk 1 GB-ku


Dalam sebuah perjalanan kereta api pada tanggal 24 Desember 2008, seperti biasanya saya menggunakan jasa kereta api Argojati dari Stasiun Gambir pukul 17.10 WIB menuju Cirebon.

Seperti biasanya saya hanya membawa perlengkapan praktis saja karena perjalanan baik Gambir - Cirebon maupun Cirebon - Gambir sudah merupakan rutinitas mingguan dikarena saya harus pulang untuk berkumpul dengan keluarga.

Mengingat libur yang akan saya jalani cukup lama dikarenakan terdapat libur natal, libur tahun baru Islam 1430 H dan libur tahun 2009 maka saya mengambil cuti 3 hari kerja ditambah dengan libur-libur kejepit tadi sehingga dapat berkumpul dengan keluarga selama 10 hari.

Dengan libur dan cuti tadi saya memperkirakan bahwa karena posisi saya di Kantor Wilayah biasanya terdapat beberapa telpon atau permintaan dari Kantor Cabang yang beroperasional saat saya liburan, sehingga saya telah memperhitungkan jika sewaktu-waktu ada permintaan atau mungkin informasi yang akan saya berikan ke pada rekan-rekan Kantor Cabang maka saya kalau libur selalu membawa flashdisk untuk mendukung informasi data-data pekerjaan saya.

Waktu dari Kantor karena takut hujan turun maka pas jam 16.30 wib saya sudah siap untuk berangkat ke stasiun Gambir, karena posisi Kantor di Senen, maka saya perkirakan jika perjalanan lancar untuk ke stasiun Gambir diperlukan waktu sekitar 10 menit. Setelah menutup notebook saya cabut flasdisk saya masukkan ke saku celana bersama dengan tiket kereta, padahal biasanya saya menaruh flashdisk di tas tapi mengapa saat itu saya tidak pindahkan ke tas.

Sampai di stasiun Gambir pukul 16.45 menit dan kebetulan kereta agak tepat waktu sehingga pukul 17.10 wib sudah berangkat dari stasiun Gambir. Untuk mengisi waktu di kereta saya biasanya membaca majalah sabili. Setelah berhenti di stasiun Jatinegara saya masih sibuk dengan bacaan saya trus berangkat dari stasiun Jatinegara biasanya saya perkirakan sampai dengan daerah Tambun s.d. Karawang terdapat pemeriksaan tiket, makanya saya sempat terlelap sejenak, saat pemeriksaan tiket saya dibangunkan dan spontan saya rogoh saku untuk mengeluarkan tiket. Saya juga masih merasakan flashdisk di saku saya, setelah tiket dilubangi dengan tang kondektur tiket dikembalikan dan saya masukkan lagi ke saku (tiket saya simpan karena 20 tiket Cirebon Ekspres/ Argojati dapat gratis 1 kali perjalanan).
Kira-kira pukul 21.30 saya sudah sampai ke Stasiun Cirebon (perjalanan dari Stasiun Gambir ke Stasiun Cirebon saat itu sekitar 3,5 jam. Biasanya kalo sudah melewati stasiun Cangkring Cirebon perjalanan tinggal sekitar 7 menit lagi maka saya bergegas menuju bordes (tempat sambungan antar rangkaian gerbong kereta api) agar dapat keluar duluan mengingat isti saya sudah menunggu untuk menjemput.
Mengingat letak rumah saya dekat dengan stasiun, perjalanan hanya memakan waktu 5 menit saja dengan menggunakan motor.

Seperti biasanya saya harus melakukan sholat jamak takhir terlebih dahulu sebelum makan malam dan ganti baju. Pada saat mau ganti baju saya baru terasa kalo flasdisk saya sudah tidak ada di saku lagi. Astaghfirullah.... ternyata flasdisku hilang di kereta. Saya cari di tas tidak ada, karena saya menduga dan baru ingat barangkali flashdisk jatuh pada saat pemeriksaan tiket. Isti saya menyarankan cari lagi di kereta gerbong kereta, sesaat saya coba lagi ke stasiun untuk mencari di gerbong 2 no.10C, saya hubungi petugas PPKA trus diperkenankan mencari di kereta Argojati yang sedang parkir, sudah tidak ada lagi. Yach.... sudahlah....

Nilai atau harga flasdisk 1 GB Kingston DT100 Rp 60rb saat aku beli sebenarnya tidaklah terlalu mahal namun isi datanya itu yang berisi kelengkapan data pekerjaanku yang membuat saya sedih. Namun apa boleh buat, semua itu sudah menjadi kenyataan jadi harus aku terima.

Namun dibalik itu semua, saat kembali masuk kantor tentunya saya ingin membeli flashdisk kembali namun atasan saya melarang tidak usah beli katanya, saya mintakan dari Kantor saja. dan alhasil saya diberi flashdisk 2GB dan saya cari backup data ternyata masih ada backup data flashdisk-ku 3 bulan lalu. so.... saya kehilangan rekam data yang 3 bulan.

Selamat tinggal flashdisk 1GB dan selamat datang flashdisk 2GB.