Faktor Yang Mempengaruhi Perencanaan SDM


Dalam organisasi atau perusahaan yang termanage dengan baik tentunya telah memiliki visi, misi serta rencana kerja atau program kerja baik dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Terkait dengan perencanaan, maka biasanya organisasi atau perusahaan telah mempertimbangkan rencana ke depan hal ini adalah scenario.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) arti dari scenario adalah ske•na•rio /sk√©nario/ n rencana lakon sandiwara atau film berupa adegan demi adegan yg tertulis secara terperinci: penulis -- yg juga menyutradarai film itu akan berusaha menarik simpati penonton; dr dulu hingga sekarang, -- penulis itu tetap digemari orang;
men•ske•na•ri•o•kan v menyusun (menulis) dl bentuk ske-nario


Adapun scenario dalam perencanaan adalah sebagai berikut :
- Skenario Optimis- yaitu menyusun sebuah perencanaan berdasarkan kondisi historical sampai dengan saat ini untuk menyusun kerangka kerja atau program kedepan dengan estimasi yang optimis atau meningkat dan berkembang dengan sangat baik di periode kedepan.
- Skenario Moderat - yaitu menyusun sebuah perencanaan berdasarkan kondisi historical sampai dengan saat ini untuk menyusun kerangka kerja atau program kedepan dengan estimasi yang moderat (lunak) dalam KBBI moderat = mo•de•rat a 1 selalu menghindarkan perilaku atau pengungkapan yg ekstrem; 2 berkecenderungan ke arah dimensi atau jalan tengah: pandangannya cukup -- , ia mau mempertimbangkan pandangan pihak lain atau meningkat dengan sewajarnya di periode kedepan.
- Skenario Pesimis - yaitu menyusun sebuah perencanaan berdasarkan kondisi historical sampai dengan kondisi saat dibuatnya perencanaan untuk menyusun kerangka kerja atau program kedepan dengan estimasi yang pesimis atau kekawatiran tidak meningkat atau berkembang dengan baik di periode kedepan.

Mengingat scenario diatas maka untuk melakukan perencanaan SDM di periode mendatang yang perlu diperhatikan adalah factor-factor sebagai berikut :
- Peraturan / Kebijakan tentang formasi pegawai
Peraturan meliputi peraturan dan kebijakan pemerintah tentang ketenagakerjaan, undang-undang perpajakan, dan peraturan pemerintah yang menyangkut ekonomi makro negara yang berdampak pada sector industry dan micro.
Sedangkan peraturan tentang formasi pegawai adalah sebuah organisasi atau perusahaan diharuskan memiliki peraturan tentang perhitungan formasi atau kondisi ideal kuantitas/jumlah SDM dalam unit kerja tertentu. Pendekatan tersebut dapat dianalisa dan dihitung berdasarkan manhour atau beban pelayanan dalam antrian yang harusnya dilayani oleh seseorang atau dihitung berdasarkan target pekerjaan dibandingkan dengan waktu pengerjaan. Faktor formasi SDM yang ideal ini adalah sebagai tolok ukur ideal sebuah SDM dalam unit kerja tertentu yang selayaknya harus dipenuhi sehingga kelangsungan bisnis dapat berjalan dengan baik dan mampu mendukung target-target perusahaan secara umum termasuk target kinerja perusahaan.

- Anggaran Perusahaan dan pengembangan perusahaan
Anggaran perusahaan merupakan factor untuk menentukan biaya terhadap perputaran atau turn over akibat bergantinya SDM baik yang PHK / pensiun maupun SDM yang akan direkrut. Biasanya para manajer SDM akan berhitung lebih intensif terkait dengan prinsip zero growth (pertumbuhan jumlah SDM nol) yaitu biaya pesangon dan penghargaan bagi yang telah purna tugas ditambah dengan biaya rekrutmen dibandingkan dengan kinerja SDM dari hasil rekrutmen.
Pengembangan perusahaan merupakan factor untuk merencanakan kuantitas SDM terkait dengan pembukaan unit kerja baru atau cabang baru sehingga dinamika perusahaan yang semakin meningkat akan menentukan jumlah SDM yang harus disediakan. Namun untuk perusahaan yang berhitung tentang biaya pegawai biasanya akan memanfaatkan SDM yang ada saat ini untuk dilakukan pelatihan dan ketrampilan jika terdapat jenis usaha baru sehingga SDM bekerja secara simultan untuk menangani bisnis yang telah ada dan pengembangan bisnis baru.

- Perbedaan pendekatan yang dilakukan antar bagian serta permintaan-permintaan masing-masing bagian.
Tidak dapat kita pungkiri bahwa kualitas SDM dalam suatu organisasi sangatlah bervariatif. Perusahaan yang memikirkan kualitas SDM dalam proses rekrutmen memang telah terstandar dengan baik namun meskipun demikian pada perkembangannya SDM akan memiliki tingkah laku dan attitude yang berbeda sehingga bisa saja SDM yang diterima memiliki kualitas yang hampir sama dan yang membedakan adalah attitude setelah bekerja dalam perusahaan. Attitude SDM yang ada tentunya akan berpengaruh pada kinerja SDM dalam suatu bagian. Para manajer bagian ini biasanya ada yang cocok dengan bawahan di bagiannya namun terdapat bawahan yang sebenarnya memiliki potensi yang baik namun attitudenya kurang bagus sehingga tidak cocok dengan atasan. Untuk itu biasanya manajer melakukan order ke bagian SDM untuk mengganti atau menambah SDM di bagian tersebut. Selain itu kompleksnya kepentingan-kepentingan dalam organisasi maupun dalam luar organisasi juga merupakan faktor yang mempengaruhi perencanaan SDM.

- Tuntutan lingkungan internal dan eksternal
Perubahan lingkungan dalam dan luar organisasi / perusahaan, tentunya tidak dapat kita hindari. Untuk itu melihat kondisi yang terus berubah mau tidak mau maka factor internal dan eksternal harus diperhitungkan untuk melakukan perencanaan SDM ke depan. Dalam situasi tidak menentu misalnya terjadi gejolak ekomoni, krisis moneter tentunya selaku manajer SDM harus mampu mengantisipasi perencanaan yang matang untuk mensupport manajemen yang pada akhirnya mampu mencapai target dan kinerja perusahaan yang diinginkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar