Suatu ketika Rasulullah duduk di masjid bersama dengan Anas Bin Malik, kemudian Rasulullah berkata “Sebentar lagi akan dating Lelaki Penduduk Surga”. Kemudian datang seorang laki-laki dari kaum Anshar untuk melakukan sholat berjamaah di Masjid tersebut.
Pada hari berikutnya rasulullah berkata sama dengan hari sebelumnya “Sebentar lagi akan datang Lelaki Penduduk Surga”. Kemudian datang lagi seorang laki-laki dari kaum Anshar untuk melakukan sholat berjamaah di Masjid tersebut.
Untuk ketiga kalinya rasulullah berkata sama dengan hari sebelumnya “Sebentar lagi akan datang Lelaki Penduduk Surga”. Kemudian datang lagi seorang laki-laki dari kaum
Anshar untuk melakukan sholat berjamaah di Masjid tersebut.
Para sahabat mulai penasaran dengan ucapan Rasulullah, kemudian Abdullah Bin Umar berkata kepada lelaki kaum Nashar tersebut. Hai si Fulan, Saya ingin menginap di rumah Kamu (lelaki kaum anshar tersebut) karena ucapan Rasulullah bahwa Kamu termasuk termasuk salah satu penduduk surga. Dan lelaki kaum anshar tersebut mempersilahkan Abdullah Bin Umar untuk menginap selama beberapa hari di rumahnya. Abdullah Bin Umar mengamati amalan apa saja yang dilakukan oleh lelaki kaum tersebut dalam rumahnya.
Setelah melakukan menginap beberapa hari di rumah kaum Anshar tersebut, Abdullah Bin Umar bertanya kepada lelaki tersebut. Selama menginap di rumahmu Saya tidak mendapatimu melakukan amalan yang istimewa tapi Rasulullah mengucapkan bahwa kamu salah satu penduduk surga. Kemudian lelaki tersebut menjawab “Apa yang kamu lihat selama ini tidaklah kurang dan tidak lebih dari apa yang kamu lihat” namun apa yang saya perbuat adalah “ Saya tidak pernah melakukan perbuatan yang merugikan orang lain dan dan Saya tidak pernah iri karena orang lain mendapatkan nikmat yang lebih dari Allah SWT”.
#disadur dari majalah Sabili, jika terdapat kesalahan penyampaian saya mohon maaf dan astaghfirullah#
Dari sedikit apa yang terdapat dalam tulisan tersebut janganlah kita pahami untuk menjadi penduduk surga hanya dengan bekal dua hal tersebut namun tetap harus istiqamah dalam melaksanakan segala kewajiban dari Allah SWT dan melaksanakan Sunah Rasulullah”
Wallahualam bishawab
Selamat Datang dan Terimakasih Anda Telah mengunjungi Wied's Blog
Masih pengalaman sholat tarawih di Masjid Jakarta Loyd di bilangan Jalan Senen Raya Jakarta Pusat. Seperti biasa jika saya pergi ke Masjid saya mengenakan baju yang menurut saya cukup bersih dan Insya Alloh terhindar dari najis dan Insya Alloh juga saya peroleh dengan cara yang halal. Hanya saat itu yang saya pakai adalah kaos berkerah. Kata teman saya yang bernama Mas Wiryo Kaos itu baju untuk keperluan badminton.
Saat menjadi ma’mum di sholat tarawih tersebut sebelum tarawih dilaksanakan memang dilaksanakan kultum atau ceramah. Nah yang menjadi penceramah adalah setahu saya adalah petugas atau takmir Masjid di Jakarta Loyd, kebetulan nama penceramahnya saya tidak tahu. Orangnya masih muda tapi sepertinya ilmunya cukup mumpuni. Ceramah yang disampaikan atau topic dalam kultum tersebut adalah Kecintaan terhadap Alloh SWT. Seperti biasanya beberapa hal disampaikan sebagai tanda cinta kita terhadap sesuatu misalnya kalo cinta khan biasanya dapat meluangkan waktu lebih banyak untuk sesuatu yang kita cintai itu. Kemudian taat atas perintah-Nya dan menhidari dari larangan-Nya. Nah… sampailah pada point Tanda cinta kita pada Alloh SWT yaitu bersikap yang terbaik termasuk mengenakan Baju yang terbagus pada saat menghadap pada Alloh SWT. Maksudnya secara singkat adalah Mbok yao … kalo sholat kenakanlah Baju yang terbagus yang dimiliki, alasannya diibaratkan kalo ketemu pacar saja pasti kita akan berpenampilan yang terbaik atau mengenakan baju yang terbaik dan beliau menyindir pada jamaah yang melaksanakan sholat dengan memakai kaos.
Karena saya juga memperhatikan ceramah tersebut saya sempat kaget dan merasa disindir, namun astaghfirullah….. ternyata apa yang ada dalam benak Saya selama ini ternyata belum tentu dapat diterima oleh orang lain. Semula saya berfikir untuk bertindak tawaduk dan sederhana dan bermaksud tidak berlebihan dalam penampilan, ternyata salah ya…. Astaghfirullah, jadi sebagai tanda cinta kita pada Alloh SWT jika melakukan sholat atau menghadap pada Alloh SWT sebaiknya mengenakan baju tang terbagus yang dimiliki.
Pada saat itu rasa dalam hati ini berkecamuk, karena menurut pemahaman saya dalam Islam bahwa yang dilihat oleh Alloh SWT adalah hanya ketaqwaan, sehingga buat apa baju bagus kalo ketaqwaannya kurang.Nah dengan hal itu saya merasa mendapat pencerahan bahwa ternyata Alloh itu maha Indah dan Alloh suka akan keindahan, jadi selain taqwa Alloh juga memperhatikan keindahan.
Ya mungkin pemahaman saya masih dangkal sekali jadi dengan tidak mengurangi rasa hormat, dan meskipun saya belum dapat menerima sepenuhnya dan dengan alasan apapun, dalam lubuk hati saya tetap mengucapkan terimakasih pada Sang penceramah tersebut, meskipun tidak langsung dapat mengucapkan terimakasih langsung kepada penceramah tersebut namun lewat mimbar ini saya mengucapkan terimakasih. Dan tak lupa terimakasih ya Alloh SWT telah mengirimkan orang untuk mengingatkan diri saya. Mudah-mudahan hal tersebut dapat merubah perilaku saya.
Jazakumullohi khoiron katsiron.
Saat menjadi ma’mum di sholat tarawih tersebut sebelum tarawih dilaksanakan memang dilaksanakan kultum atau ceramah. Nah yang menjadi penceramah adalah setahu saya adalah petugas atau takmir Masjid di Jakarta Loyd, kebetulan nama penceramahnya saya tidak tahu. Orangnya masih muda tapi sepertinya ilmunya cukup mumpuni. Ceramah yang disampaikan atau topic dalam kultum tersebut adalah Kecintaan terhadap Alloh SWT. Seperti biasanya beberapa hal disampaikan sebagai tanda cinta kita terhadap sesuatu misalnya kalo cinta khan biasanya dapat meluangkan waktu lebih banyak untuk sesuatu yang kita cintai itu. Kemudian taat atas perintah-Nya dan menhidari dari larangan-Nya. Nah… sampailah pada point Tanda cinta kita pada Alloh SWT yaitu bersikap yang terbaik termasuk mengenakan Baju yang terbagus pada saat menghadap pada Alloh SWT. Maksudnya secara singkat adalah Mbok yao … kalo sholat kenakanlah Baju yang terbagus yang dimiliki, alasannya diibaratkan kalo ketemu pacar saja pasti kita akan berpenampilan yang terbaik atau mengenakan baju yang terbaik dan beliau menyindir pada jamaah yang melaksanakan sholat dengan memakai kaos.
Karena saya juga memperhatikan ceramah tersebut saya sempat kaget dan merasa disindir, namun astaghfirullah….. ternyata apa yang ada dalam benak Saya selama ini ternyata belum tentu dapat diterima oleh orang lain. Semula saya berfikir untuk bertindak tawaduk dan sederhana dan bermaksud tidak berlebihan dalam penampilan, ternyata salah ya…. Astaghfirullah, jadi sebagai tanda cinta kita pada Alloh SWT jika melakukan sholat atau menghadap pada Alloh SWT sebaiknya mengenakan baju tang terbagus yang dimiliki.
Pada saat itu rasa dalam hati ini berkecamuk, karena menurut pemahaman saya dalam Islam bahwa yang dilihat oleh Alloh SWT adalah hanya ketaqwaan, sehingga buat apa baju bagus kalo ketaqwaannya kurang.Nah dengan hal itu saya merasa mendapat pencerahan bahwa ternyata Alloh itu maha Indah dan Alloh suka akan keindahan, jadi selain taqwa Alloh juga memperhatikan keindahan.
Ya mungkin pemahaman saya masih dangkal sekali jadi dengan tidak mengurangi rasa hormat, dan meskipun saya belum dapat menerima sepenuhnya dan dengan alasan apapun, dalam lubuk hati saya tetap mengucapkan terimakasih pada Sang penceramah tersebut, meskipun tidak langsung dapat mengucapkan terimakasih langsung kepada penceramah tersebut namun lewat mimbar ini saya mengucapkan terimakasih. Dan tak lupa terimakasih ya Alloh SWT telah mengirimkan orang untuk mengingatkan diri saya. Mudah-mudahan hal tersebut dapat merubah perilaku saya.
Jazakumullohi khoiron katsiron.
Mudahnya di Shaf Depan
Pada malam ke 19 Ramadhan ini seperti biasa, jika tidak ada undangan untuk buka puasa bersama, saya bersama shohib saya satu kost yang bernama Samsuri menjalankan sholat tarawih berjamaah di Masjid Jakarta Loyd di bilangan Jalan Senen Raya Jakarta Pusat. Herannya sudah lama sekali sebenarnya saya tahu keberadaan masjid tersebut (sekitar tahun 2000 saya pernah melaksanakan sholat jumat di Masjid tersebut). Setelah sekian lama sepertinya saya belum mendapati papan nama Masjid di Jakarta loyd tersebut, entah saya yang tidak teliti mengamati atau bagaimana yang jelas saya belum menemukan keberadaan papan namanya sehingga belum tahu nama masjid yang sesungguhnya. Setiap petugas masjid atau takmir masjid mengumumkan jumlah infaq dan pejabat penceramah saya memperhatikan betul, sebenarnya nama masjid itu apa ? setelah sekian lama saya memperhatikan eee… belum tahu juga namanya (Wah dasar … saya saja yang tidak konsen). Mungkin tentang nama masjid tersebut ngak perlu lah ya …. Tapi tetap bikin penasaran saya… lha wong sering jamaah di situ kok ngak tau namanya …..
Pada malam ke 19 itu seperti biasa dari kost Saya jalan kaki ke Masjid Jakarta Loyd yang berjarak kira-kira 500 Meter. Karena sudah ambil wudhu di Kost maka langsung memasuki ruang Masjid tersebut. Memang agak berbeda dengan hari-hari pertama Ramadhan, yang jelas pada malam ke 19 jamaah sudah mulai berkurang kira-kira 50%. Saat itu jamaah di dalam bangunan utama terlihat penuh sedang di teras sudah tinggal ibu-ibu dan beberapa kaum Bapak-bapak. Alhamdulillah saya bisa sholat tahiyatul masjid di dalam sengaja saya ambil shaf agak tengah. Setelah muazin mengumandangkan qomat segeralah semua jamaah berdiri mengambil shaf masing-masing bangunan utama hanya muat untuk 5 shaf. Jamaah di Masjid Jakarta Loyd tersebut kebanyakan Bapak-bapak pinisepuh di lingkungan sekitar masjid, dan mungkin beberapa karyawan yang ada di lingkungan Jakarta Loyd. Karena pada saat posisi duduk biasanya memakan tempat, maka pada saat berdiri tentunya masih banyak shaf yang longgar karena jamaah harus merapat (rapat dan lurusnya shaf itu bagian dari kesempurnaan sholat berjamaah – demikian kata sebuah hadist). Karena shaf yang paling depan terdapat kosong untuk dua orang, saya memberikan kesempatan kepada jamaah di samping saya untuk dapat mengisi shaf depan dan beberapa saat, semua ternyata jamaah disamping saya tidak ada yang mau mengisi shaf depan. Saya jadi tersanjung karena sepertinya saya dipaksa untuk mengisi shaf bagian paling depan, dan sayapun jadi berada di shaf yang paling depan.
Usai sholat tarawih dengan 8 rekaat dan sholat witir 3 rekaat, Saya mempunyai anggapan bahwa pada malam ke 19 Ramadhan 1429H sudah gampang mencari shaf depan, dengan kejadian tersebut pikiran saya terusik bagaimana dengan masjid-masjid yang lain. Saya beranggapan untuk mencari shaf yang paling depan kata kuncinya adalah melangkahlah ke Masjid lebih awal. Namun saat malam ke 19 tersebut perasaaan saya berangkat tidak terlalu awal namun masih sempat dan Alhamdulillah dapat shaf yang paling depan. Bagaimana ya dengan masjid yang lain ?
Pada malam ke 19 itu seperti biasa dari kost Saya jalan kaki ke Masjid Jakarta Loyd yang berjarak kira-kira 500 Meter. Karena sudah ambil wudhu di Kost maka langsung memasuki ruang Masjid tersebut. Memang agak berbeda dengan hari-hari pertama Ramadhan, yang jelas pada malam ke 19 jamaah sudah mulai berkurang kira-kira 50%. Saat itu jamaah di dalam bangunan utama terlihat penuh sedang di teras sudah tinggal ibu-ibu dan beberapa kaum Bapak-bapak. Alhamdulillah saya bisa sholat tahiyatul masjid di dalam sengaja saya ambil shaf agak tengah. Setelah muazin mengumandangkan qomat segeralah semua jamaah berdiri mengambil shaf masing-masing bangunan utama hanya muat untuk 5 shaf. Jamaah di Masjid Jakarta Loyd tersebut kebanyakan Bapak-bapak pinisepuh di lingkungan sekitar masjid, dan mungkin beberapa karyawan yang ada di lingkungan Jakarta Loyd. Karena pada saat posisi duduk biasanya memakan tempat, maka pada saat berdiri tentunya masih banyak shaf yang longgar karena jamaah harus merapat (rapat dan lurusnya shaf itu bagian dari kesempurnaan sholat berjamaah – demikian kata sebuah hadist). Karena shaf yang paling depan terdapat kosong untuk dua orang, saya memberikan kesempatan kepada jamaah di samping saya untuk dapat mengisi shaf depan dan beberapa saat, semua ternyata jamaah disamping saya tidak ada yang mau mengisi shaf depan. Saya jadi tersanjung karena sepertinya saya dipaksa untuk mengisi shaf bagian paling depan, dan sayapun jadi berada di shaf yang paling depan.
Usai sholat tarawih dengan 8 rekaat dan sholat witir 3 rekaat, Saya mempunyai anggapan bahwa pada malam ke 19 Ramadhan 1429H sudah gampang mencari shaf depan, dengan kejadian tersebut pikiran saya terusik bagaimana dengan masjid-masjid yang lain. Saya beranggapan untuk mencari shaf yang paling depan kata kuncinya adalah melangkahlah ke Masjid lebih awal. Namun saat malam ke 19 tersebut perasaaan saya berangkat tidak terlalu awal namun masih sempat dan Alhamdulillah dapat shaf yang paling depan. Bagaimana ya dengan masjid yang lain ?
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM MEWUJUDKAN KEUNGGULAN BERSAING PERUSAHAAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Persaingan bisnis yang semakin ketat di era globalisasi ini menuntut perusahaan untuk menyusun kembali strategi dan taktik bisnisnya. Jika dilihat lebih mendalam, ternyata esensi dari persaingan terletak pada bagaimana sebuah perusahaan dapat mengimplementasikan proses penciptaan produk dan atau jasanya secara lebih murah, lebih baik, dan lebih cepat dibandingkan dengan pesaing bisnisnya. Saat ini penerapan teknologi informasi dan komunikasi sangat diperlukan dalam dunia bisnis sebagai alat bantu dalam upaya memenangkan persaingan. Perusahaan yang memanfaatkan teknologi informasi dapat merencanakan pengembangannya untuk mendapatkan informasi lebih dini sehingga mampu melakukan terobosan atau keputusan lebih cepat dari pesaingnya. Selain itu dengan penerapan teknologi informasi yang telah dibangun, penguasaan teknologi informasi merupakan syarat yang harus dimiliki oleh Sumber Daya Manusia untuk memenangkan persaingan di kompetisi global. Pemanfaatan teknologi sangat diperlukan untuk memenangkan persaingan tersebut. Ada beberapa faktor yang membuat teknologi informasi dan komunikasi menjadi semakin diperlukan, antara lain bahwa manajemen dalam perusahaan harus berhadapan dengan lingkungan bisnis yang semakin rumit dan tingkat persaingan yang tajam.
B. Perumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut diatas maka sebagai perumusan masalah adalah apakah dalam penerapannya teknologi informasi dan komunikasi senantiasa diselaraskan dengan rencana perusahaan akan dapat memberikan nilai lebih serta keunggulan bersaing bagi perusahaan? Selain dari pada itu apakah pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi diperlukan dukungan sumber daya guna menunjang kegiatan operasional baik usaha inti maupun usaha lain yang menunjang bisnis?
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan agar memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam meningkatkan keunggulan bersaing perusahaan adalah sebagai berikut :
1.Sebagai syarat untuk kenaikan pangkat dalam golongan III di Perum Pegadaian;
2.Dengan pemanfaatan teknologi informasi menjadi membaiknya arus informasi di dalam sebuah organisasi;
3.Mendorong percepatan informasi yang dihasilkan oleh agar secara rutin dan efisien mengalir ke sistem atau bagian lain yang memerlukan dan tercipta harmonisasi arus data dan informasi.
4.Dengan kecepatan penanganan data yang dihasilkan akan cepat dalam pengambilan keputusan sehingga tidak kehilangan kesempatan untuk mengembangkan bisnis yang lebih dibandingkan pesaing.
BAB II
DATA DAN FAKTA
A.Landasan Teori
Sistem informasi Manajemen adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan.
Sistem informasi adalah hal-hal yang bisa dikerjakan oleh sistem informasi terkait dengan kemampuan yang dapat dilakukannya ( Turban,Mclean,dan Wetherbe, 1999) adalah sebagai berikut :
• Melaksanakan komputasi numerik, bervolume besar dan dengan kecepatan tinggi.
• Menyediakan komunikasi dalam organisasi yang murah,akurat dan cepat.
• Menyimpan informasi dalam jumlah yang besar dalam ruang yang kecil tetapi mudah diakses.
• Memungkinkan pengaksesan informasi diseluruh dunia dengan cepat dan murah.
• Meningkatkan efektifitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja dalam kelompok dalam suatu tempat atau pada beberapa lokasi
• Menyajikan informasi yang jelas yang menggugah pikiran manusia.
• Mengotomasikan proses-proses bisnis dan tugas-tugas yang dikerjakan secara manual.
• Mempercepat pengetikan dan penyuntingan dan penyajian data
B.Penyajian Data dan Fakta
Komponen Teknologi informasi dan komunikasi meliputi Hardware (perangkat keras), Software (perangkat lunak) dan brainware (sumber daya manusia yang mengelolanya). Komponen dan TI tersebut memang saling terkait dan saling mendukung. Banyak kendala di dalam penerapan teknologi dan informasi disebabkan oleh salah satu atau beberapa dari faktor antara lain :
1.Belum tersosialisasinya secara baik terhadap penerapan teknologi informasi di lingkungan karyawan dalam perusahaan sehingga belum familiar dalam pemanfaatan software maupun hardware.
2.Penguasaan teknologi dan informasi masih didominasi oleh karyawan tertentu dan karyawan yang lain masih ketergantungan terhadap karyawan yang menguasai teknologi tersebut sehingga menyebabkan ketimpangan pengetahuan tentang teknologi menyebabkan adanya hambatan dalam penerapan. Sebagai contoh apabila terjadi kerusakan di Cabang sebagian besar Kantor Cabang masih sangat tergantung dengan petugas TI di Kanwil sehingga pemanfaatan teknologi mengalami kendala.
3.Masih terjadi ketidakakuran penyajian data, misalnya terdapat satu transaksi namun hasilnya antara bagian hasilnya tidak sesuai.
4.Pembangunan teknologi informasi perusahaan dilakukan secara bertahap dan belum diterapkan secara holistik atau menyeluruh dikarenakan beberapa kendala biaya dan sumber daya yang ada masih terbatas.
Bab III
PEMBAHASAN MASALAH
A.Analisa Data
1.Diperlukan kepedulian dan dukungan terhadap aplikasi pemanfaatan Sistem Informasi dan komunikasi Perusahaan yang telah diterapkan sehingga seluruh lini karyawan memiliki konsep berfikir yang sama untuk melakukan dan mengembangkan sistem informasi bersama, agar dapat memperoleh satu kesatuan pandangan sehingga data, analisa dan pelaporan yang dihasilkan dapat selalu up to date dan akurat.
2.Untuk memperoleh keunggulan dalam persaingan bisnis dengan cara memanfaatkan teknologi informasi diperlukan update pengetahuan secara terus menerus terhadap seluruh karyawan baik pembelajaran melalui diklat atau kursus maupun pembelajaran dari satu karyawan yang telah menguasai kepada karyawan yang belum menguasai.
3.Perlunya koordinasi setelah diterapkan aplikasi teknologi informasi agar tidak terjadi over lapping atau tumpang tindih data yang menyebabkan tidak akur dan tidak akurat.
4.Menurut (Alter,1992) ada empat peranan penting dalam sistem teknologi informasi dalam organisasi, yaitu :
a. Berpartisipasi dalam pelaksanaan tugas-tugas guna kelancaran bisnis perusahaan;
b. Mengaitkan perencanaan, pengerjaan dan pengendali dalam sebuah subsistem sehingga teknologi yang diterapkan akan terkontrol dengan baik;
c. Mengkoordinasikan subsistem-subsistem;
d. Mengintegrasikan subsistem-subsistem.
Sistem informasi adalah kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumber daya perusahaan untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan.
B.Alternatif Penyelesaian Masalah
1.Dalam globalisasi dan era digital dengan tinggi teknologi saat ini, dituntut untuk mengikuti perubahan lingkungan yang cepat. Perlu kita sadari bahwa teknologi informasi dan semakin mudahnya dan efektifnya komunikasi adalah merupakan faktor yang memperngaruhi perubahan kondisi dan lingkungan saat ini maupun perubahan dimasa mendatang.
2.Kepedulian terhadap teknologi yang diterapkan, dapat ilustrasikan yaitu bagaimana cara input data yang benar ke system informasi, melakukan proses update dan tatacara penyajian akan menghasilkan data, informasi dan laporan yang benar akan memudahkan dalam analisa dan pembuatan keputusan untuk berfikir yang lebih strategis. Dalam istilah ‘garbage in garbage out’ masukan data yang bersifat sampah tentunya akan menghasilkan keluaran sampah juga sehingga untuk menghindari hal tersebut diperlukan kepedulian dan melakukan input dan validasi secara benar.
3.Penerapan teknologi informasi bukan berarti akan menggantikan sumber daya manusia yang ada, namun dengan pengembangan teknologi diharapkan permasalahan tentang data, proses, pelaporan dan analisa dapat diambil alih oleh system teknologi informasi dan komunikasi sehingga SDM yang ada dapat fokus pada kegiatan bisnis dan mampu mengembangkan bisnis untuk melakukan ekspansi sehingga memperoleh hasil dan manfaat lebih besar lagi.
4.Pengembangan Teknologi informasi seharusnya dengan menggunakan konsep pembiayaaan yang lebih murah daripada pengerjaan secara manual sehingga teknologi informasi komunikasi mampu mendukung sasaran bisnis yang mencakup :
oPeningkatan layanan ke pelanggan dan peningkatan produktivitas kinerja;
oPengurangan biaya atau mengurangi pemborosan sumber daya;
oPeningkatan dan cepat dalam pengambilan keputusan;
oPengembangan aplikasi-aplikasi strategis lainnya sesuai kemampuan perusahaan yang memudahkan pengaksesan informasi, komputer menjadi sangat berguna bagi siapa saja, tidak terbatas pada manajemen atau staf dalam suatu organisasi, tetapi pada akhirnya juga akan bagi para pelanggan dapat menikmati kemudahan dalam penerapan teknologi informasi di perusahaan.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari paparan diatas dapat diambil kesimpulan :
1. Seiring dengan perkembangan lingkungan bisnis yang rumit dan lingkungan yang dinamis tuntutan terhadap pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi adalah sudah menjadi kebutuhan perusahaan untuk memperoleh kemudahan-kemudahan.
2. Sistem informasi manajemen adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh, terkoordinasi secara rasional dan mentransformasikan data menjadi informasi dengan berbagai cara sehingga dapat meningkatkan produktifitas.
3. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab tidak berhasilnya membangun sistem teknologi informasi dan komunikasi, antara lain :
• Kurangnya koordinasi antar lini atau bagian;
• Kurangnya perencanaan atau strategik plan teknologi informasi yang memadai;
• Masih terbatasnya SDM yang handal dalam teknologi informasi;
• Kurangnya partisipasi seluruh staf dalam merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan sistem dan memotivasi seluruh personil yang terlibat.
4. Penerapan system informasi dan komunikasi bertujuan agar dapat mudah dalam melakukan proses dari input, analisa data menghasilkan informasi yang diinginkan untuk pengambilan keputusan. Dengan demikian perusahaan akan semakin dapat bersaing karena pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cepat dan akurat dibandingkan oleh pesaing.
B.Saran
1. Perlu kerja keras, hasrat atau kemauan untuk mempelajari dan menguasai teknologi informasi terutama bagi karyawan yang gagap teknologi.
2. Teknologi Informasi dan komunikasi agar dalam penerapannya dengan menggunakan konsep teknologi tepat guna dan user friendly atau mudah dalam pengoperasiannya.
Daftar Pustaka
1. Turban, Mclean, Wetherbe, InformationTechnology for Management Transforing Business in the Digital Economy, 3 rd Ed, John Wiley & Sons,Inc,USA, 1999
2. Alter, S., Information Systems, A Management Perspective, Addison Wesley Publishing Company, September 1992
3. Laporan Harian Pemeriksaaan, Inspektorat Wilayah Utama Perum Pegadaian Jakarta, 2007-2008
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Persaingan bisnis yang semakin ketat di era globalisasi ini menuntut perusahaan untuk menyusun kembali strategi dan taktik bisnisnya. Jika dilihat lebih mendalam, ternyata esensi dari persaingan terletak pada bagaimana sebuah perusahaan dapat mengimplementasikan proses penciptaan produk dan atau jasanya secara lebih murah, lebih baik, dan lebih cepat dibandingkan dengan pesaing bisnisnya. Saat ini penerapan teknologi informasi dan komunikasi sangat diperlukan dalam dunia bisnis sebagai alat bantu dalam upaya memenangkan persaingan. Perusahaan yang memanfaatkan teknologi informasi dapat merencanakan pengembangannya untuk mendapatkan informasi lebih dini sehingga mampu melakukan terobosan atau keputusan lebih cepat dari pesaingnya. Selain itu dengan penerapan teknologi informasi yang telah dibangun, penguasaan teknologi informasi merupakan syarat yang harus dimiliki oleh Sumber Daya Manusia untuk memenangkan persaingan di kompetisi global. Pemanfaatan teknologi sangat diperlukan untuk memenangkan persaingan tersebut. Ada beberapa faktor yang membuat teknologi informasi dan komunikasi menjadi semakin diperlukan, antara lain bahwa manajemen dalam perusahaan harus berhadapan dengan lingkungan bisnis yang semakin rumit dan tingkat persaingan yang tajam.
B. Perumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut diatas maka sebagai perumusan masalah adalah apakah dalam penerapannya teknologi informasi dan komunikasi senantiasa diselaraskan dengan rencana perusahaan akan dapat memberikan nilai lebih serta keunggulan bersaing bagi perusahaan? Selain dari pada itu apakah pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi diperlukan dukungan sumber daya guna menunjang kegiatan operasional baik usaha inti maupun usaha lain yang menunjang bisnis?
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan agar memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam meningkatkan keunggulan bersaing perusahaan adalah sebagai berikut :
1.Sebagai syarat untuk kenaikan pangkat dalam golongan III di Perum Pegadaian;
2.Dengan pemanfaatan teknologi informasi menjadi membaiknya arus informasi di dalam sebuah organisasi;
3.Mendorong percepatan informasi yang dihasilkan oleh agar secara rutin dan efisien mengalir ke sistem atau bagian lain yang memerlukan dan tercipta harmonisasi arus data dan informasi.
4.Dengan kecepatan penanganan data yang dihasilkan akan cepat dalam pengambilan keputusan sehingga tidak kehilangan kesempatan untuk mengembangkan bisnis yang lebih dibandingkan pesaing.
BAB II
DATA DAN FAKTA
A.Landasan Teori
Sistem informasi Manajemen adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan.
Sistem informasi adalah hal-hal yang bisa dikerjakan oleh sistem informasi terkait dengan kemampuan yang dapat dilakukannya ( Turban,Mclean,dan Wetherbe, 1999) adalah sebagai berikut :
• Melaksanakan komputasi numerik, bervolume besar dan dengan kecepatan tinggi.
• Menyediakan komunikasi dalam organisasi yang murah,akurat dan cepat.
• Menyimpan informasi dalam jumlah yang besar dalam ruang yang kecil tetapi mudah diakses.
• Memungkinkan pengaksesan informasi diseluruh dunia dengan cepat dan murah.
• Meningkatkan efektifitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja dalam kelompok dalam suatu tempat atau pada beberapa lokasi
• Menyajikan informasi yang jelas yang menggugah pikiran manusia.
• Mengotomasikan proses-proses bisnis dan tugas-tugas yang dikerjakan secara manual.
• Mempercepat pengetikan dan penyuntingan dan penyajian data
B.Penyajian Data dan Fakta
Komponen Teknologi informasi dan komunikasi meliputi Hardware (perangkat keras), Software (perangkat lunak) dan brainware (sumber daya manusia yang mengelolanya). Komponen dan TI tersebut memang saling terkait dan saling mendukung. Banyak kendala di dalam penerapan teknologi dan informasi disebabkan oleh salah satu atau beberapa dari faktor antara lain :
1.Belum tersosialisasinya secara baik terhadap penerapan teknologi informasi di lingkungan karyawan dalam perusahaan sehingga belum familiar dalam pemanfaatan software maupun hardware.
2.Penguasaan teknologi dan informasi masih didominasi oleh karyawan tertentu dan karyawan yang lain masih ketergantungan terhadap karyawan yang menguasai teknologi tersebut sehingga menyebabkan ketimpangan pengetahuan tentang teknologi menyebabkan adanya hambatan dalam penerapan. Sebagai contoh apabila terjadi kerusakan di Cabang sebagian besar Kantor Cabang masih sangat tergantung dengan petugas TI di Kanwil sehingga pemanfaatan teknologi mengalami kendala.
3.Masih terjadi ketidakakuran penyajian data, misalnya terdapat satu transaksi namun hasilnya antara bagian hasilnya tidak sesuai.
4.Pembangunan teknologi informasi perusahaan dilakukan secara bertahap dan belum diterapkan secara holistik atau menyeluruh dikarenakan beberapa kendala biaya dan sumber daya yang ada masih terbatas.
Bab III
PEMBAHASAN MASALAH
A.Analisa Data
1.Diperlukan kepedulian dan dukungan terhadap aplikasi pemanfaatan Sistem Informasi dan komunikasi Perusahaan yang telah diterapkan sehingga seluruh lini karyawan memiliki konsep berfikir yang sama untuk melakukan dan mengembangkan sistem informasi bersama, agar dapat memperoleh satu kesatuan pandangan sehingga data, analisa dan pelaporan yang dihasilkan dapat selalu up to date dan akurat.
2.Untuk memperoleh keunggulan dalam persaingan bisnis dengan cara memanfaatkan teknologi informasi diperlukan update pengetahuan secara terus menerus terhadap seluruh karyawan baik pembelajaran melalui diklat atau kursus maupun pembelajaran dari satu karyawan yang telah menguasai kepada karyawan yang belum menguasai.
3.Perlunya koordinasi setelah diterapkan aplikasi teknologi informasi agar tidak terjadi over lapping atau tumpang tindih data yang menyebabkan tidak akur dan tidak akurat.
4.Menurut (Alter,1992) ada empat peranan penting dalam sistem teknologi informasi dalam organisasi, yaitu :
a. Berpartisipasi dalam pelaksanaan tugas-tugas guna kelancaran bisnis perusahaan;
b. Mengaitkan perencanaan, pengerjaan dan pengendali dalam sebuah subsistem sehingga teknologi yang diterapkan akan terkontrol dengan baik;
c. Mengkoordinasikan subsistem-subsistem;
d. Mengintegrasikan subsistem-subsistem.
Sistem informasi adalah kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumber daya perusahaan untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan.
B.Alternatif Penyelesaian Masalah
1.Dalam globalisasi dan era digital dengan tinggi teknologi saat ini, dituntut untuk mengikuti perubahan lingkungan yang cepat. Perlu kita sadari bahwa teknologi informasi dan semakin mudahnya dan efektifnya komunikasi adalah merupakan faktor yang memperngaruhi perubahan kondisi dan lingkungan saat ini maupun perubahan dimasa mendatang.
2.Kepedulian terhadap teknologi yang diterapkan, dapat ilustrasikan yaitu bagaimana cara input data yang benar ke system informasi, melakukan proses update dan tatacara penyajian akan menghasilkan data, informasi dan laporan yang benar akan memudahkan dalam analisa dan pembuatan keputusan untuk berfikir yang lebih strategis. Dalam istilah ‘garbage in garbage out’ masukan data yang bersifat sampah tentunya akan menghasilkan keluaran sampah juga sehingga untuk menghindari hal tersebut diperlukan kepedulian dan melakukan input dan validasi secara benar.
3.Penerapan teknologi informasi bukan berarti akan menggantikan sumber daya manusia yang ada, namun dengan pengembangan teknologi diharapkan permasalahan tentang data, proses, pelaporan dan analisa dapat diambil alih oleh system teknologi informasi dan komunikasi sehingga SDM yang ada dapat fokus pada kegiatan bisnis dan mampu mengembangkan bisnis untuk melakukan ekspansi sehingga memperoleh hasil dan manfaat lebih besar lagi.
4.Pengembangan Teknologi informasi seharusnya dengan menggunakan konsep pembiayaaan yang lebih murah daripada pengerjaan secara manual sehingga teknologi informasi komunikasi mampu mendukung sasaran bisnis yang mencakup :
oPeningkatan layanan ke pelanggan dan peningkatan produktivitas kinerja;
oPengurangan biaya atau mengurangi pemborosan sumber daya;
oPeningkatan dan cepat dalam pengambilan keputusan;
oPengembangan aplikasi-aplikasi strategis lainnya sesuai kemampuan perusahaan yang memudahkan pengaksesan informasi, komputer menjadi sangat berguna bagi siapa saja, tidak terbatas pada manajemen atau staf dalam suatu organisasi, tetapi pada akhirnya juga akan bagi para pelanggan dapat menikmati kemudahan dalam penerapan teknologi informasi di perusahaan.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari paparan diatas dapat diambil kesimpulan :
1. Seiring dengan perkembangan lingkungan bisnis yang rumit dan lingkungan yang dinamis tuntutan terhadap pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi adalah sudah menjadi kebutuhan perusahaan untuk memperoleh kemudahan-kemudahan.
2. Sistem informasi manajemen adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh, terkoordinasi secara rasional dan mentransformasikan data menjadi informasi dengan berbagai cara sehingga dapat meningkatkan produktifitas.
3. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab tidak berhasilnya membangun sistem teknologi informasi dan komunikasi, antara lain :
• Kurangnya koordinasi antar lini atau bagian;
• Kurangnya perencanaan atau strategik plan teknologi informasi yang memadai;
• Masih terbatasnya SDM yang handal dalam teknologi informasi;
• Kurangnya partisipasi seluruh staf dalam merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan sistem dan memotivasi seluruh personil yang terlibat.
4. Penerapan system informasi dan komunikasi bertujuan agar dapat mudah dalam melakukan proses dari input, analisa data menghasilkan informasi yang diinginkan untuk pengambilan keputusan. Dengan demikian perusahaan akan semakin dapat bersaing karena pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cepat dan akurat dibandingkan oleh pesaing.
B.Saran
1. Perlu kerja keras, hasrat atau kemauan untuk mempelajari dan menguasai teknologi informasi terutama bagi karyawan yang gagap teknologi.
2. Teknologi Informasi dan komunikasi agar dalam penerapannya dengan menggunakan konsep teknologi tepat guna dan user friendly atau mudah dalam pengoperasiannya.
Daftar Pustaka
1. Turban, Mclean, Wetherbe, InformationTechnology for Management Transforing Business in the Digital Economy, 3 rd Ed, John Wiley & Sons,Inc,USA, 1999
2. Alter, S., Information Systems, A Management Perspective, Addison Wesley Publishing Company, September 1992
3. Laporan Harian Pemeriksaaan, Inspektorat Wilayah Utama Perum Pegadaian Jakarta, 2007-2008
Langganan:
Postingan (Atom)